OPINI
Membaca Ulang Satgas Tambang: Di Antara Respons Cepat dan Kematangan Nalar Publik
Dalam isu pertambangan, gejala itu hadir dalam bentuk desakan pembentukan instrumen khusus, tim percepatan, atau satuan tugas.
Akibatnya, kebijakan rentan diukur dari seberapa segera diumumkan, bukan dari seberapa kokoh dasar rasionalnya.
Tentu saja kita tidak sedang mengatakan bahwa negara harus lamban. Tidak ada yang menghendaki birokrasi yang diam ketika terjadi pelanggaran serius.
Yang hendak ditekankan ialah bahwa kecepatan tanpa arah bisa sama bermasalahnya dengan kelambanan tanpa alasan.
Respons cepat menjawab tekanan sesaat. Pertimbangan matang menjawab konsekuensi jangka panjang. Keduanya perlu dipertemukan, bukan dipertentangkan.
Maka, jalan yang lebih masuk akal ialah menyelaraskan respons cepat dengan kedalaman institusional.
Jika pengawasan tambang hendak diperkuat, fokus utama seharusnya terletak pada penguatan lembaga yang memang diberi mandat oleh hukum.
Aparat pengawas perlu diperkuat kapasitasnya. Integrasi data lintas sektor perlu dipercepat. Transparansi izin harus dibuka seluas mungkin.
Ruang partisipasi masyarakat lokal perlu dibuat nyata, bukan seremonial. Evaluasi independen harus berjalan berkala.
Langkah-langkah semacam ini mungkin tidak menghasilkan sorotan sesaat.
Ia tidak selalu menghadirkan konferensi pers yang heroik. Tetapi justru karena itulah ia penting.
Kebijakan yang matang sering bekerja tanpa banyak bunyi.
Ia tampak biasa-biasa saja di permukaan, tetapi kokoh dalam hasil.
Pada akhirnya, perdebatan mengenai satgas tambang bukan sekadar soal bentuk kelembagaan.
Ia mencerminkan cara kita memahami negara dan demokrasi.
Apakah negara kita akan terus bergerak mengikuti gelombang kegaduhan, atau mampu menempatkan diri sebagai institusi rasional yang mendengar publik tanpa kehilangan kejernihan berpikirnya sendiri.
| Durian, Jalan Baru Ekonomi Sulawesi Tengah |
|
|---|
| Jalan Terjal Gen Z, Membedah Realitas Ekonomi, Mentalitas, dan Dukungan Informal |
|
|---|
| Koperasi Desa di Lingkar Tambang : Menggali Ekonomi atau Menggali Bencana Ekologis? |
|
|---|
| Transparansi Investasi Sawit di Tojo Una-Una, Kunci Kepercayaan Publik |
|
|---|
| Ketimpangan dan Buruh Banggai yang Terabaikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Oleh-shadiq-muntashir-Ceo-BERANI-BANGGA.jpg)