OPINI
Membaca Ulang Satgas Tambang: Di Antara Respons Cepat dan Kematangan Nalar Publik
Dalam isu pertambangan, gejala itu hadir dalam bentuk desakan pembentukan instrumen khusus, tim percepatan, atau satuan tugas.
Saya kira, masyarakat Indonesia semakin dewasa dalam melihat soal tata kelola sumber daya alam.
Kritik publik makin kuat, kesadaran ekologis makin tumbuh, dan tuntutan keadilan distribusi manfaat makin jelas terdengar.
Itu modal penting. Tinggal bagaimana energi tersebut diarahkan bukan hanya untuk meminta tindakan cepat, tetapi juga keputusan yang benar.
Sebab dalam urusan sebesar pertambangan, yang kita perlukan bukan sekadar tangan yang sigap bekerja, melainkan kepala yang tenang menimbang.
Kebijakan yang baik tidak perlu tergesa-gesa.
Ia hanya perlu berdiri kokoh di atas alasan yang jernih, prosedur yang adil, dan tanggung jawab kepada masa depan.(*)
| Durian, Jalan Baru Ekonomi Sulawesi Tengah |
|
|---|
| Jalan Terjal Gen Z, Membedah Realitas Ekonomi, Mentalitas, dan Dukungan Informal |
|
|---|
| Koperasi Desa di Lingkar Tambang : Menggali Ekonomi atau Menggali Bencana Ekologis? |
|
|---|
| Transparansi Investasi Sawit di Tojo Una-Una, Kunci Kepercayaan Publik |
|
|---|
| Ketimpangan dan Buruh Banggai yang Terabaikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Oleh-shadiq-muntashir-Ceo-BERANI-BANGGA.jpg)