Sulteng Hari Ini
Meski Sudah Minta Maaf, Kadis P2KB Sulteng Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Hina Wartawan
Laporan itu tercatat dalam nomor LP/B/560/V/2026/SPKT/Polresta Palu/Polda Sulteng tertanggal 12 Mei 2026.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
Saat itu, Rian yang hadir untuk meliput kegiatan mencoba mengonfirmasi kepada drg. Herry terkait pedoman teknis pembagian jasa pelayanan tenaga kesehatan yang diterbitkan saat masih menjabat sebagai Direktur RSUD Undata.
Awalnya percakapan berlangsung normal. Namun, drg. Herry disebut menyarankan agar persoalan tersebut tidak lagi dipersoalkan dan diarahkan untuk ditanyakan kepada direktur baru maupun bagian keuangan.
Ketika Rian kembali menggali informasi lebih lanjut, situasi disebut berubah.
“Dia bilang, ‘cari yang berkualitas, jangan itu kau tanya, bodoh,’” ujar Rian menirukan ucapan yang diduga disampaikan drg. Herry.
Baca juga: H Nanang Resmi Dilantik sebagai Ketua DPD Perhiptani Kota Palu Periode 2025–2030
Dalam percakapan itu juga muncul kalimat bernada tekanan seperti “mau berteman atau mau cari masalah”.
Rian mengaku upaya konfirmasi dilakukan setelah sebelumnya beberapa kali mencoba mengatur jadwal wawancara sejak 28 April 2026, namun belum berhasil.
Ia menyebut tengah menindaklanjuti keluhan tenaga kesehatan terkait pembagian jasa pelayanan yang dinilai tidak sebanding dengan beban kerja.
KKJ Sulteng menilai peristiwa tersebut harus menjadi perhatian seluruh pejabat publik agar menjaga etika komunikasi dan menghormati kemerdekaan pers.
KKJ Sulawesi Tengah sendiri merupakan gabungan organisasi masyarakat sipil dan organisasi profesi jurnalis yang mengadvokasi kasus kekerasan terhadap jurnalis, sengketa ketenagakerjaan, serta memperjuangkan kemerdekaan pers di Sulawesi Tengah.
Organisasi itu beranggotakan AJI Palu, PWI Sulteng, IJTI Sulteng, PFI Palu, AMSI Sulteng, LBH JATAM Sulteng, LBH APIK Sulteng, dan LPS-HAM Sulteng.
Kepala P2KB Sulteng Telah Minta Maaf
Sebelumunya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Provinsi Sulawesi Tengah, drg Herry Mulyadi, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada wartawan Kota Palu atas ucapan dan tindakan yang dianggap tidak pantas saat sesi wawancara pada pelantikan Direktur RSUD Undata Palu, Senin (4/5/2026).
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, tulus, dan tanpa syarat kepada rekan-rekan jurnalis. Saya sangat menyesali ucapan spontan saya yang menyebut ‘bodo,’ yang seharusnya tidak saya katakan,” tulis Herry dalam pernyataan resminya.
Ia menambahkan bahwa ucapan tersebut adalah bentuk spontanitas dan keakraban, namun dianggap salah, arogan, dan tidak menghormati profesi jurnalistik.
Herry menegaskan sebagai bentuk tanggung jawab, ia mencabut sepenuhnya kata-kata tersebut, berkomitmen untuk tidak mengulangi tindakan serupa, dan akan lebih menghormati wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Permohonan maaf ini saya buat agar hubungan profesional dan persaudaraan dapat dipulihkan,” ujarnya. (*)
| FSPIM Tuntut Penjelasan PHK Efisiensi, Soroti Perusahaan yang Buka Lowongan Baru |
|
|---|
| Aliansi Burasa Gelar Demo Jilid II di DPRD dan Kantor Gubernur Sulteng, Soroti Nasib Buruh |
|
|---|
| Komitmen Labkesmas Sulteng Hadirkan Layanan Laboratorium Akurat dan Terpercaya |
|
|---|
| Ditresnarkoba Koordinasi dengan Lapas Petobo untuk Klarifikasi Kasus Narkoba di Palu |
|
|---|
| Diduga Terima Perintah dari Wabin Lapas Petobo, Warga Palu Ditangkap Saat Hendak Kirim Sabu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/da78stda78dt-a78jpggg.jpg)