Rabu, 13 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Kain Buya dan Motif Khas Palu Makin Diminati, Wastra Sulteng Siap Go Nasional

Ketua Dekranasda Sulawesi Tengah mengatakan wastra daerah memiliki kekuatan pada kekayaan motif,.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Handover
Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan. 

Ringkasan Berita:
  • Pengembangan wastra khas Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional dan internasional seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk budaya lokal yang dikemas modern. 
  • Untuk itu, Bank Indonesia Provinsi Sulteng bersama Dekranasda Sulteng mengadakan pendampingan dan pelatihan bagi pelaku UMKM wastra dan barista di Palu.

TRIBUNPALU.COM - Pengembangan wastra khas Sulawesi Tengah dinilai memiliki peluang besar menembus pasar nasional hingga internasional seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk budaya lokal yang dikemas lebih modern. 

Potensi tersebut mendorong Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan dan pelatihan wastra serta barista di Kota Palu.

Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, mengatakan wastra daerah memiliki kekuatan pada kekayaan motif, desain, dan nilai budaya yang khas.

Menurutnya, perkembangan desain kain tenun lokal, termasuk kain Buya dan motif khas Kota Palu, kini semakin diminati berbagai kalangan karena tampil lebih modern tanpa meninggalkan identitas budaya.

Baca juga: Anwar Hafid Optimistis Porprov X Mampu Cetak Atlet Berprestasi

Ia menilai inovasi penggunaan warna alami dan model yang lebih beragam membuat wastra Sulawesi Tengah semakin relevan digunakan oleh semua usia, mulai dari anak muda hingga orang dewasa.

Kondisi itu menunjukkan produk lokal mampu mengikuti perkembangan tren sekaligus mempertahankan nilai tradisi.

“Sekarang kain-kain kita sudah tampil sangat menarik. Modelnya semakin beragam dan bisa dipakai anak muda, remaja, hingga orang dewasa. Ini menunjukkan wastra Sulawesi Tengah mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Sry Nirwanti berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri para pengrajin dalam memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas.

baca Juga: Kepala Lapas Palu Tegaskan Tidak Ada Pengendalian Narkoba dari Warga Binaan

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bangga mengenakan produk lokal dalam berbagai kesempatan, baik kegiatan resmi maupun aktivitas sehari-hari.

Selain memperkuat promosi produk lokal, kegiatan yang turut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Miftachul Choiri, itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya daerah.

Sry Nirwanti mengapresiasi komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan UMKM kerajinan dan peningkatan kualitas wastra Sulawesi Tengah.

Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sungguh-sungguh karena program pembinaan tersebut tidak diperoleh semua pelaku UMKM.

Menurutnya, keberhasilan peserta dalam mengembangkan usaha akan menjadi tolok ukur keberhasilan program sekaligus berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Morowali Jadi Tuan Rumah Porprov ke-10, Gubernur Anwar Hafid: Sejarah Baru Terukir

Sementara itu, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah menilai pendampingan dan pelatihan UMKM wastra serta barista merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan sektor ekonomi kreatif.

 Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal hingga menembus pasar nasional dan internasional. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved