Palu Hari Ini
Pelatihan Hidroponik di Kota Palu, DPKP Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan Sempit
Menurutnya, sistem Hidroponik memungkinkan masyarakat memanfaatkan ruang terbatas agar tetap produktif.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- DPKP Kota Palu mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sempit melalui budidaya tanaman hidroponik sebagai bagian dari konsep urban farming.
- Pelatihan yang digelar pada 13 Mei 2026 menekankan praktik langsung, termasuk pembuatan dan pengoperasian sistem hidroponik vertikal, agar lahan terbatas tetap produktif dan mudah dirawat.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sempit melalui budidaya tanaman Hidroponik.
Upaya tersebut dilakukan lewat pelatihan teknologi budidaya tanaman Hidroponik yang digelar di Kantor DPKP Kota Palu, Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Rabu (13/5/2026).
Kepala DPKP Kota Palu, Lukman, mengatakan pendekatan urban farming menjadi solusi pertanian yang tepat diterapkan di wilayah perkotaan seperti Kota Palu.
“Hidroponik ini memang sengaja kita hadirkan untuk Kota Palu. Kita ada konsentrasi di sini karena kita ini kota. Pendekatan pertanian di kota itu namanya urban farming,” ujar Lukman kepada TribunPalu.com.
Baca juga: DPKP Palu Latih Warga Budidaya Hidroponik, Fokus Ketahanan Pangan Perkotaan
Menurutnya, sistem Hidroponik memungkinkan masyarakat memanfaatkan ruang terbatas agar tetap produktif.
Dengan model penanaman vertikal, jumlah tanaman yang dibudidayakan dapat lebih banyak meski menggunakan lahan sempit.
“Salah satu pendekatannya dengan space yang terbatas ketika kita bikin vertikal seperti ini, kan akan banyak pertanamannya,” jelasnya.
Selain efektif dari sisi penggunaan lahan, Lukman menyebut Hidroponik juga lebih mudah dalam proses perawatan.
Baca juga: Pelatihan Drone di Kantah Parimo, Langkah Nyata BPN Sulteng Tingkatkan Akurasi Pemetaan
“Cara mengelolanya lebih gampang karena tidak perlu cabut-cabut rumput. Dan karena kita ini di kota, jadi juga menambah keindahan kompleks perumahan,” katanya.
Pelatihan tersebut diikuti penerima bantuan Hidroponik, petugas pendamping, penyuluh pertanian, dan tenaga teknis DPKP Palu.
Lukman menjelaskan, pelatihan lebih banyak difokuskan pada praktik langsung agar peserta memahami proses budidaya Hidroponik sejak awal.
“Fokus pelatihan ini bagaimana peserta mengenal cara menyiapkan Hidroponik itu sendiri, membuat dan kemudian mengoperasikannya,” ujarnya.
| Pelajar Asal Palu Jadi Korban Pencurian Bermodus Minta Bantuan Tunjukkan Jalan di Wilayah Sigi |
|
|---|
| H Nanang Resmi Dilantik sebagai Ketua DPD Perhiptani Kota Palu Periode 2025–2030 |
|
|---|
| Demo Lanjutan, FSPIM Minta Pemprov Tak Cueki Keluhan Buruh |
|
|---|
| Terpilih, Buyung H Pimpin Takmir Masjid Al-Amin Lere Palu Barat |
|
|---|
| WSL Non-Permanen di Kota Palu Kini Kena Pajak 5 Persen, Permanen Tetap 10 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/0asud90aud90ajpggg.jpg)