Minggu, 17 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Ngopi Kerukunan di Loop Circle Cafe, Membedah Berani Berkah sebagai Basis Moral Sulteng Nambaso

Ia menekankan bahwa kepercayaan dari setiap majelis agama adalah kunci agar gagasan toleransi yang diusung FKUB benar-benar menjadi milik bersama.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Handover
Suasana santai namun sarat makna mewarnai kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi) Kerukunan yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah di Loop Circle Cafe, Jumat (15/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Ngobrol Pintar (Ngopi) Kerukunan di Loop Circle Cafe, Jumat (15/5/2026), dengan tema “Moderasi Beragama dan Berani Berkah untuk Sulteng Nambaso”. 
  • Diskusi dihadiri Gubernur Anwar Hafid, tokoh lintas agama, dan mitra strategis seperti Wahana Visi Indonesia.

TRIBUNPALU.COM - Suasana santai namun sarat makna mewarnai kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi) Kerukunan yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah di Loop Circle Cafe, Jumat (15/5/2026).

Diskusi ini menjadi istimewa dengan kehadiran Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Junaidin serta para tokoh lintas agama dan mitra strategis seperti Wahana Visi Indonesia.

Mengusung tema "Moderasi Beragama dan Berani Berkah untuk Sulteng Nambaso", kegiatan ini dipandu apik oleh Srikandi FKUB Sulteng, Endang Susan Karyosumito, di cafe milik tokoh muda peduli kerukunan, Mardiman Sane.

Ketua FKUB Sulteng, Zainal Abidin mengawali diskusi dengan visi besar menjadikan FKUB sebagai "Rumah Besar" bagi seluruh umat beragama.

Ia menekankan bahwa kepercayaan dari setiap majelis agama adalah kunci agar gagasan toleransi yang diusung FKUB benar-benar menjadi milik bersama.

Baca juga: Disnakertrans Sulteng dan Pemkab Donggala Rumuskan 7 Solusi Sengkarut Lahan Transmigrasi

Guru Besar UIN Datokarama Palu ini juga melemparkan narasi mengenai "daya ubah" agama yang lemah meskipun agama jadi pembahasan di mana-mana hingga masuk ke seluruh aspek kehidupan.

Mengutip filosof Hans Kung, Prof. Zainal juga mengingatkan bahwa agama seperti pedang bermata dua yang bisa menjadi sumber perdamaian, namun bisa juga menjadi sumber pertikaian.

"Kita inginkan agama menjadi sumber perdamaian. Tidak mungkin kita mewujudkan Sulteng Nambaso jika agama menjadi sumber pertikaian. Perdamaian dunia hanya bisa dicapai jika ada perdamaian antar-agama," tegas Prof. Zainal.

Ia menilai program Berani Berkah milik Gubernur Anwar Hafid melalui gerakan Sulteng Mengaji dan Sulteng Berjamaah sejalan dengan misi moderasi beragama.

"Saya kira, FKUB memahami ini bahwa kita tidak hanya membaca kitab suci secara harfiah, tetapi untuk mengkaji nilai-nilai yang ada dalam kitab suci termasuk sebagai basis moral bagi umatnya," terang Rais Syuriyah PBNU itu.

Sementara "berjamaah" dimaknai sebagai bersatu dalam tujuan meski caranya berbeda-beda.

Baca juga: Pesan Ekologi dari Utsawa Dharma Gita 2026 di Banggai

"Karena cara kita bisa berbeda-beda. Cara mewujudkan persatuan itu bisa berbeda-beda, tetapi tujuannya harus sama. Saling mendukung dan menghindari perpecahan," terangnya.

Tokoh yang disebut-sebut sebagai "Gusdur" asal Sulteng itu menjelaskan moderasi beragama itu bersinergi dengan berani berkah.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved