Sabtu, 30 Mei 2026

Podcast DPRD Morowali

Akhmad Efendi: Menjaga Morowali Agar Tetap Subur, Religius, dan Sejahtera

Ia ingin anak cucu kelak masih bisa menikmati bumi Morowali yang subur, religius, dan sejahtera.

Tayang:
Editor: Regina Goldie

Ringkasan Berita:
  • Akhmad Efendi, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Morowali, menceritakan perjalanan hidupnya dari petani di Desa Lantula Jaya, Kecamatan Witaponda, menjadi legislator senior yang telah duduk tiga periode di parlemen.
  • Awal kariernya dimulai sebagai pengurus BPD, Sekretaris Desa, hingga Kepala Desa sebelum terjun ke DPRD, termotivasi oleh kepedulian terhadap pendidikan dan kesehatan masyarakat.
  • Efendi menekankan pentingnya silaturahmi dan hadir langsung bagi warga sebagai kunci kepercayaan pemilihnya. 

TRIBUNPALU.COM - Membayangkan perjalanan seorang Akhmad Efendi memang seperti melihat air mengalir, persis seperti prinsip hidup yang selalu ia pegang.

Siapa sangka, seorang pemuda yang dulunya terombang-ambing akibat badai kerusuhan di Poso, melangkah kaki sebagai perantau tak punya apa-apa ke tanah Bungku, kini justru menjadi salah satu tokoh yang sudah 15 tahun ikut menentukan arah kebijakan di Kabupaten Morowali.

Jauh sebelum duduk di kursi empuk gedung DPRD Morowali sebagai Ketua Fraksi Demokrat, Efendi adalah seorang petani tulen.

Ia mencangkul dan memeras keringat di tanah transmigrasi Desa Lantula Jaya, Kecamatan Witaponda.

Di sanalah garis hidupnya mulai berubah.

Baca juga: Kisah Muslimin Daeng Masiga, Dari Mantan Buruh Tambang Jadi Anggota DPRD Morowali

 Karakter dan dedikasinya memikat hati warga, membuatnya didorong menjadi pengurus BPD, Sekretaris Desa, hingga akhirnya terpilih sebagai Kepala Desa.

"Sebenarnya kalau kita pikir, nama seorang Ahmad Effendi itu adalah seorang petani. Petani yang dipercayakan oleh masyarakat," kenang Efendi seraya tersenyum mengingat masa lalunya.

Titik balik hidupnya terjadi di sebuah sore, selepas salat Asar di masjid kampung. Anwar Hafid, yang kala itu menjabat sebagai Bupati Morowali, datang berkunjung.

Obrolan santai penuh motivasi dari sang bupati membakar semangat Efendi. Mereka bertemu pada satu visi yang sama: kegelisahan warga transmigran tentang masa depan pendidikan anak-anak mereka dan jaminan kesehatan.

"Terjun ke politik itu tidak tersirat di otak saya. Pertama, saya termotivasi dengan Pak Anwar Hafid yang sama-sama orang desa tapi punya semangat pulang kampung membangun daerahnya. Saya melihat visi yang sama, khususnya Partai Demokrat, adalah masalah pendidikan dan kesehatan gratis. Itu yang terpanggil di hati saya untuk dikawal melalui DPRD," ungkapnya.

Baca juga: Putra Bonewa: Politik Sebagai Jalan untuk Membantu Lebih Banyak Orang

Sejak saat itu, langkah politiknya tak terbendung.

Lompat ke arena legislatif, Akhmad Efendi langsung mendapat tempat di hati rakyat.

Tiga periode berturut-turut ia duduk di kursi parlemen dengan perolehan suara yang unik selalu stabil, hanya selisih 10 sampai 20 suara di setiap pemilu.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved