Parigi Moutong Hari Ini
Viral Video Banjir di Jembatan Kayuboko-Air Panas, Warga Soroti Aktivitas Tambang di Sungai
Kondisi tersebut membuat akses di lokasi tampak berbahaya bagi pengendara yang melintas.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Video banjir di jembatan penghubung Desa Kayuboko–Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, viral di media sosial.
- Rekaman menunjukkan air keruh bercampur lumpur dan batu mengalir deras hingga menggenangi area sekitar jembatan, sehingga membahayakan pengguna jalan.
- Banyak warga menduga banjir berkaitan dengan aktivitas pertambangan emas rakyat di Desa Kayuboko.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Sebuah video banjir yang menerjang kawasan jembatan penghubung Desa Kayuboko dan Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan warga.
Dalam video yang diunggah oleh akun bernama Bambang di grup "Info Kota Parigi", terlihat debit air berwarna keruh bercampur lumpur mengalir deras melintasi area jembatan.
Arus air tampak membawa material lumpur dan batu, sementara sebagian badan jalan di sekitar jembatan terlihat tergenang.
Kondisi tersebut membuat akses di lokasi tampak berbahaya bagi pengendara yang melintas.
Dari rekaman video, air mengalir deras dari arah kawasan perbukitan yang diketahui berada di sekitar lokasi aktivitas pertambangan rakyat di Desa Kayuboko.
Baca juga: DPRD Siap Bentuk Pansus Kawal Rekomendasi BPK Usai Sulteng Raih Predikat WTP ke-13
Unggahan itu mendapat ratusan komentar dari warga yang mengaitkan banjir tersebut dengan aktivitas pertambangan yang berlangsung di wilayah hulu.
Sejumlah warga menduga luapan air berasal dari kawasan Tambang Emas yang berada di Desa Kayuboko.
Salah seorang warganet, Eko Wijaya, menyoroti dugaan pembuangan limbah tambang secara langsung ke aliran sungai atau kuala tanpa penampungan.
"Tambang Kayuboko, talang jumbo ada beberapa titik, langsung buang limbah ke kuala, tidak ada penampung. Kalau sudah begini siapa yang bertanggung jawab," tulisnya dalam kolom komentar.
Komentar serupa disampaikan akun Yudialamsya yang mempertanyakan alasan limbah tambang dibuang ke kuala.
Baca juga: Anwar Hafid Tegaskan Semua Ambulans di Sulteng Wajib Layani Pasien dan Jenazah
"Yang punya talang jumbo yang bertanggung jawab sudah tahu dampaknya jadi seperti ini, kenapa mesti harus buang limbahnya ke kuala," tulisnya.
Sementara itu, akun Ma'mun Darahima menyebut material sisa pengolahan emas diduga tidak ditampung dan langsung dialirkan ke sungai dan berdampak terhadap warga di Hilir Sungai Desa Olaya.
| BPBD Parigi Moutong Catat 13 Kejadian Bencana Selama Mei 2026, Banjir Dominasi dengan 10 Kasus |
|
|---|
| Hari Lahir Pancasila, Kapolres Parigi Moutong Serukan Penolakan Radikalisme dan Intoleransi |
|
|---|
| Video Terduga Pelaku Pencurian Durian di Parimo Diarak Keliling Desa, Jadi Tontonan Warga |
|
|---|
| Diduga Curi Durian Montong, Sejumlah Pria Diarak Keliling Desa di Parigi Moutong |
|
|---|
| TMMD ke-128, Ubah Jalan Lumpur di Sausu Trans Jadi Akses Harapan bagi Petani Durian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/0ad-0a-0d-90aajpggsgs.jpg)