Program SAR Goes to School, Siswa SMK Muhammadiyah Parigi Moutong Belajar SAR

Pelajar SMK Muhammadiyah Parigi Moutong, belajar pengetahuan Search and Rescue (SAR) dari Basarnas, Jumat (6/9/2019) siang.

Program SAR Goes to School, Siswa SMK Muhammadiyah Parigi Moutong Belajar SAR
DOK. BASARNAS PALU
Pelajar SMK Muhammadiyah Parigi belajar pengetahuan SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan alias Basarnas, Jumat (6/9/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Puluhan pelajar SMK Muhammadiyah Parigi Moutong belajar pengetahuan Search and Rescue (SAR) dari Kantor Pencarian dan Pertolongan alias Basarnas, Jumat (6/9/2019) siang.

Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda dalam mengenali potensi bencana sekaligus menghadapinya.

Personel Basarnas Pos Parigi menyosialisasikan program SAR Goes to School ke pada puluhan pelajar SMK Muhammadiyah Parigi tersebut.

Materi SAR yang diterima para pelajar itu dirangkaikan dengan kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK) dan bertempat di Aula SMK Muhammadiyah.

Pelajar SMK Muhammadiyah Parigi belajar pengetahuan SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan alias Basarnas, Jumat (6/9/2019) siang.
Pelajar SMK Muhammadiyah Parigi belajar pengetahuan SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan alias Basarnas, Jumat (6/9/2019) siang. (DOK. BASARNAS PALU)

"Hal ini bertujuan untuk memberikan pembinaan dini terhadap siswa agar memiliki pengetahuan serta kesiapsiagaan saat terjadi bencana sehingga dapat menyelamatkan diri sendiri ataupun orang lain," jelas Kepala Kantor Basarnas Palu, Basrano.

Hampir Setahun Siswa SDI Al Akbar Kelurahan Petobo Belajar di Tenda Darurat

Rusak Akibat Gempa, Masjid Al-Istiqomah Kelurahan Ujuna Palu Butuh Dana Rp700 Juta untuk Perbaikan

Update Hasil Taiwan Open 2019; Dua Wakil Lolos ke Semifinal, Masih Ada 4 Amunisi yang Belum Berlaga

Pelajar SMK Muhammadiyah Parigi belajar pengetahuan SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan alias Basarnas, Jumat (6/9/2019) siang.
Pelajar SMK Muhammadiyah Parigi belajar pengetahuan SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan alias Basarnas, Jumat (6/9/2019) siang. (DOK. BASARNAS PALU)

Pelatihan SAR itu mendapat respon dari pihak sekolah.

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Parigi Tengah, Resminto, mengatakan sangat senang atas kedatangan personel Pos Pencarian dan Pertolongan Parigi itu

"Untuk memberikan ilmu kepada siswa kami terkait cara pertolongan saat menghadapi atau mengalami bencana baik itu di darat maupun pertolongan di air," jelas Resminto.

Resminto berharap pelatihan SAR itu bisa dilaksanakan secara berkesinambungan.

Sehingga ke depannya dapat memunculkan bibit-bibit yang dapat diandalkan jika terjadi keadaan membahayakan atau darurat.

Rekonstruksi Pembunuhan Ayah-Anak di Lebak Bulus, Aulia Kesuma Marah, 2 Eksekutor Mengaku Dihipnotis

Luapan Air di Jalan Maluku dan Miangas 1 Dikeluhkan Warga, Ini Penyebabnya

Selain itu, lanjutnya, kegiatan seperti itu juga dapat menghilangkan kejenuhan siswa, dengan adanya kegiatan indoor maupun outdoor dari Basarnas.

Serta dapat memberi wawasan tambahan dan memberi energi baru bagi siswa siswi.

"Saya berharap siswa siswi juga diberikan simulasi sebagai bentuk kesiapan dalam menghadapi peristiwa yang sesungguhnya, di mana daerah Sulawesi Tengah sendiri rawan akan bencana," terangnya.

Setelah memberikan materi personel Pos Pencarian dan Pertolongan Parigi yang diwakili oleh Koordinator Pos menyerahkan buku SAR goes to school kepada perwakilan sekolah yakni Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Parigi Utara.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved