Berkat Restorasi Gambut, Karhutla di Dumai dan Siak Berkurang Secara Signifikan

Di balik kasus kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau yang terjadi tahun ini ternyata ada kisah sukses dari Kota Dumai dan Kabupaten Siak.

Berkat Restorasi Gambut, Karhutla di Dumai dan Siak Berkurang Secara Signifikan
KOMPAS.com/IDON TANJUNG
Seorang petugas Manggala Agni mematikan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (20/2/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di balik kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau yang terjadi tahun ini ternyata ada kisah sukses dari Kota Dumai dan Kabupaten Siak.

Kedua daerah tersebut secara signifikan berhasil mengurangi tingkat karhutla berkat program restorasi gambut.

Berdasar data yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tingkat kepercayaan 70 persen, pada puncak karhutla September lalu tercatat hanya ada satu titik panas di Dumai.

Padahal, pada kejadian karhutla yang cukup parah di Juli 2015, BMKG mencatat ada enam titik panas terdeteksi di Dumai.

"Dumai menjadi contoh keberhasilan program restorasi gambut, dan membuktikan revitalisasi ekonomi berhasil mampu mencegah kebakaran hutan. Pengurangan drastis (karhutla) juga terjadi di Siak," kata Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead, di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

ABG Asal Ngawi Nekat Curi Motor Tetangga, Alasannya Tak Kuat Beli Skin Care

Kebakaran Hutan dan Lahan 2019, Apa Saja Komentar Para Pejabat dan Tokoh Politik?

Kabut Asap di Pekanbaru Semakin Pekat, Tagar Riau Dibakar Bukan Terbakar Trending di Twitter

Karhutla 2019, Citra Satelit NASA Menangkap Pekatnya Kabut Asap yang Selimuti Pulau Kalimantan

BRG sebagai pemegang mandat restorasi, melakukan upaya rewetting, revegetasi, dan revitalisasi di lahan gambut Kota Dumai dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

Setelah lahan gambut berhasil direstorasi, masyarakat pun diajak memanfaatkan lahannya agar tumbuh rasa memiliki area tersebut.

Menurut Nazir, tanaman yang dipilih untuk dimanfaatkan adalah tanaman pertanian. Seperti lahan di Desa Mundam, Kecamatan Kampai, yang pernah mengalami kebakaran sampai seluas 20 hektar, kini ditanami nanas oleh masyarakat setempat.

"Inilah bentuk upaya revitalisasi lahan yang sudah direstorasi sebelumnya," ujarnya.

Di Desa Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan, masyarakat juga dilibatkan dalam program revitalisasi ekonomi lahan gambut dengan budidaya lebah penghasil madu.

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved