Breaking News:

KPAI Tanggapi Kasus Anak Dianiaya Orangtua hingga Tewas karena Susah Belajar Online

"Jika pelaku kekerasan adalah orang terdekat korban, maka pelaku bisa mendapat pemberatan hukuman sebanyak 1/3," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti.

Istimewa via Kompas.com
Kepolisian dan warga Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten melakukan pengangkatan jenazah anak yang diduga korban penganiayaan oleh orangtuanya sendiri, Sabtu (12/9/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Kasus penganiayaan anak hingga tewas oleh orangtuanya sendiri hanya karena susah belajar online mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengaku prihatin atas kasus pembunuhan anak yang dilakukan oleh orangtuanya tersebut.

Bocah berusia delapan tahun itu meregang nyawa setelah beberapa kali mengalami kekerasan oleh ibunya sendiri.

Retno menegaskan dalam pembelajaran jarak jauh tidak mensyaratkan ketuntasan pembelajaran, sehingga anak tidak perlu memahami secara mendalam.

"Yang utama adalah keteraturan belajar, tidak harus dituntut bisa semua mata pelajaran dan tugas untuk diselesaikan dengan benar atau sempurna," kata Retno melalui keterangan tertulis, Rabu (16/9/2020).

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Bidang Pendidikan, Retno Listyarti ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (17/4/2018).
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Bidang Pendidikan, Retno Listyarti ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (17/4/2018). (KOMPAS.com/ MOH NADLIR)

Dianggap Sulit Diajari Belajar Online, Bocah SD Dipukuli dengan Sapu Hingga Tewas oleh Orangtuanya

Retno mengingatkan terdapat ancaman hukuman yang berat bagi pelaku pembunuhan anak.

Apalagi jika yang melakukan orang terdekat korban.

Ancaman hukuman tersebut diatur dalam Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan Anak.

"Jika pelaku kekerasan adalah orang terdekat korban, maka pelaku bisa mendapat pemberatan hukuman sebanyak 1/3, dalam kasus ini tuntutan hukuman maksimal 15 tahun dan jika diperberat 1/3 menjadi 20 tahun," ungkap Retno.

Raja Keraton Agung Sejagat Divonis 4 Tahun Penjara, Pengacara Pikir-pikir Ajukan Banding

Doni Monardo: Meski Vaksin Ditemukan, Pandemi Covid-19 Belum Tentu Berakhir

Daftar Kasus Penyerangan terhadap Ulama di Indonesia, KH Hakam Mubarok hingga Syekh Ali Jaber

Pengguna KRL Jabodetabek Dilarang Pakai Masker Scuba atau Buff, Ini Alasannya

Menurut Retno, orang tua harus dapat menahan diri dari perbuatan yang menjurus kekerasan kepada anak.

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved