Breaking News:

Pengguna KRL Jabodetabek Dilarang Pakai Masker Scuba atau Buff, Ini Alasannya

Penggunaan masker scuba, buff, dan kain saja tidak cukup dalam menutupi hidung dan mulut secara sempurna.

Tribunnews.com/Willy Widianto
ILUSTRASI KRL Commuter Line di Stasiun Cilebut, Bogor Selasa (26/2/2019) 

TRIBUNPALU.COM - Pengguna kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek diminta untuk tidak menggunakan masker jenis scuba dan buff saat menaiki KRL.

Hal ini guna menutupi kemungkinan adanya droplet atau cairan dari orang lain dengan sempurna.

VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba mengatakan, salah satu upaya penerapan protokol kesehatan yang ketat saat naik KRL yaitu dengan menggunakan masker.

"Gunakan setidaknya masker kain yang terdiri dari minimal dua lapisan. Hindari penggunaan jenis scuba maupun hanya menggunakan buff atau kain untuk menutupi mulut dan hidung," kata Anne dalam siaran resmi, Selasa (15/9/2020).

Hal ini karena penggunaan masker scuba, buff, dan kain saja tidak cukup dalam menutupi hidung dan mulut secara sempurna.

KCI mengajak pengguna senantiasa memakai masker dengan benar yaitu menutupi hidung dan mulut secara sempurna.

Merasa Bingung, Seorang Warga Bekasi Positif Covid-19 Diminta Isolasi Mandiri Malah Keluar Rumah

Tiga Tahun Buron, Terpidana Kasus Korupsi Rp 7,6 Miliar Ditangkap di Kamar Indekos di Jakarta Pusat

Ganjar Pranowo Minta 9 Daerah di Jawa Tengah untuk Perketat Protokol Kesehatan

Pilkada Serentak 2020, 60 Bakal Calon Kepala Daerah Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sejumlah penumpang berada di dalam rangkaian KRL saat berhenti di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) memperketat penerapan protokol kesehatan dengan mewajibkan penumpang mengenakan masker selama naik KRL dan melarang penumpang menggunakan masker jenis scuba atau buff karena dinilai tak efektif mencegah risiko paparan bakteri. Tribunnews/Irwan Rismawan
Sejumlah penumpang berada di dalam rangkaian KRL saat berhenti di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) memperketat penerapan protokol kesehatan dengan mewajibkan penumpang mengenakan masker selama naik KRL dan melarang penumpang menggunakan masker jenis scuba atau buff karena dinilai tak efektif mencegah risiko paparan bakteri. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

"Untuk kesehatan bersama, sangat dianjurkan menggunakan masker yang efektivitasnya mencukupi dalam mengurangi droplet atau cairan," ungkapnya.

Aturan-aturan lain selama PSBB juga masih berlaku, seperti bagi anak di bawah usia lima tahun untuk sementara dilarang menggunakan KRL.

Bagi orang lanjut usia atau berusia di atas 60 tahun, setiap harinya diperbolehkan menggunakan KRL mulai pukul 10.00-14.00 WIB.

Pengguna dengan membawa barang sesuai ketentuan namun ukurannya dapat mengganggu penerapan jaga jarak aman di KRL juga hanya dapat naik diluar jam sibuk.

KCI mengimbau, masyarakat untuk tetap beraktivitas di rumah, terutama mereka yang bidang pekerjaannya tidak termasuk dalam pengecualian pada aturan PSBB.

Transportasi publik tersedia untuk melayani mereka yang benar-benar memiliki kebutuhan mendesak.

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Maaf, penumpang KRL tidak boleh memakai masker scuba & buff saat menaiki kereta

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved