15 Masalah dan Kondisi Kesehatan yang Dapat Memperburuk Gejala Covid-19, termasuk Asma hingga Hamil
Berbagai masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya, juga sangat berpengaruh pada tingkat keparahan seseorang yang terinfeksi virus corona Covid-19.
5. Asma sedang sampai berat
Meski beberapa obat untuk kondisi ini dapat melemahkan sistem kekebalan Anda, penting untuk tetap menggunakan obat untuk menjaga gejala tetap terkontrol.
Usahakan untuk menghindari hal-hal yang memperburuk asma Anda.
Pemicu asma dapat bervariasi dari orang ke orang.
Contohnya seperti serbuk sari bunga, tungau debu, asap rokok, dan udara dingin.
Emosi dan stres yang kuat juga dapat memicu serangan asma pada beberapa orang.
Ada juga yang tak tahan bau menyengat, jadi pastikan disinfektan yang digunakan bukan pemicu asma untuk Anda.
Selain itu, merokok atau vaping bukan hanya bisa memicu asma, tapi juga dapat merusak paru-paru dan menghambat sistem kekebalan Anda, yang meningkatkan risiko komplikasi serius dengan Covid-19.
Baca juga: Virus Corona Belum Berakhir, Kini Muncul Norovirus,Kenali Gejalanya, Mulai Mual, Muntah hingga Diare
Baca juga: Penelitian Terbaru Temukan Sebagian Besar Pasien Covid-19 Alami Gejala Neurologis, Apa Itu?
6. Immunocompromised (sistem kekebalan yang lemah) karena transplantasi organ padat
Ketika Anda menjalani transplantasi organ padat, biasanya Anda harus minum obat untuk melemahkan sistem kekebalan Anda — jika tidak, tubuh akan menyerang jaringan asing.
Meskipun Anda tentu tidak boleh menunda perawatan yang menyelamatkan nyawa, prosedur semacam ini menempatkan Anda pada risiko tinggi terinfeksi virus corona yang parah.
Masalah lain, beberapa perawatan mungkin juga lebih berisiko untuk pasien ini.
Menurut sebuah studi baru dari University of Michigan, pengobatan Covid-19 dengan hydroxychloroquine dikaitkan dengan risiko kematian sepuluh kali lipat lebih tinggi di antara pasien transplantasi organ, dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakannya.
7. Obesitas (indeks massa tubuh 30 atau lebih tinggi)
Memiliki indeks massa tubuh 30 atau lebih tinggi membuat pasien berisiko lebih tinggi terkena kasus virus corona yang parah.