15 Masalah dan Kondisi Kesehatan yang Dapat Memperburuk Gejala Covid-19, termasuk Asma hingga Hamil

Berbagai masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya, juga sangat berpengaruh pada tingkat keparahan seseorang yang terinfeksi virus corona Covid-19.

TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati
ILUSTRASI Simulasi penanganan pasien virus corona Covid-19. 

Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih dari 75 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit kelebihan berat badan atau obesitas, dan dibandingkan dengan usia sebaya dengan indeks massa tubuh yang lebih sehat, mereka berisiko lebih tinggi untuk mendapat perawatan di ICU atau meninggal dunia.

8. Kondisi jantung yang serius

Pasien dengan gagal jantung dan penyakit jantung serius lainnya, seperti arteri coroner atau kardiomiopati berisiko menderita kasus Covid-19 yang rumit atau parah.

Komplikasi penyakit pernapasan bisa memaksa jantung untuk bekerja lebih keras.

Virus corona juga dapat menyerang jantung secara langsung, yang menempatkan pasien pada risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Baca juga: Syarat dan Catatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia untuk Upaya Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Relawan Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Brazil Meninggal Dunia, Belum Diketahui Penyebabnya

Baca juga: Surati Menkes, IDI Ingatkan Agar Tak Tergesa-gesa soal Vaksinasi Covid-19

9. Diabetes melitus tipe 2

Penderita diabetes tipe dua memiliki risiko lebih tinggi mengalami kasus infeksi Covid-19 yang parah.

Kontrol glukosa yang buruk, yang menjadi ciri khas diabetes, dapat menyebabkan berbagai masalah pada ginjal, jantung, hati, dan sistem saraf.

Dalam sebuah penelitian, pasien dengan diabetes tipe dua dan infeksi Covid-19 menderita angka kematian 260 per 100.000, yang merupakan dua kali lipat dari angka kematian penderita diabetes tipe satu dan hampir 10 kali lebih tinggi daripada pasien tanpa diabetes.

10. Hipertensi atau tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi, terutama jika tidak ditangani dengan pengobatan dan gaya hidup yang tepat, dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena virus corona dengan kondisi parah.

Satu studi menemukan, pasien hipertensi memiliki risiko kematian dua kali lebih besar akibat Covid-19 dibandingkan mereka yang tidak menderita penyakit tersebut, dan mereka yang saat ini tidak minum obat untuk hipertensi menempatkan diri mereka pada risiko yang lebih besar.

11. Sistem kekebalan yang lemah

Sistem kekebalan yang sehat melawan kuman penyebab penyakit.

Akan tetapi, banyak kondisi yang dapat melemahkan sistem kekebalan Anda.

Kondisi yang memengaruhi sistem kekebalan Anda dan meningkatkan risiko penyakit serius akibat Covid-19 meliputi:

- Transplantasi organ

- Perawatan kanker

Risiko gejala serius dari COVID-19 Anda dapat meningkat jika Anda memiliki kondisi seperti:

- Transplantasi sumsum tulang

- HIV / AIDS

- Penggunaan prednison atau obat serupa dalam jangka panjang yang melemahkan sistem kekebalan.

Jika Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah, Anda mungkin perlu mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk menghindari virus corona.

Usahakan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter secara rutin melalui telepon atau panggilan video dan minta apotek mnegirimkan obat Anda, sehingga Anda tak perlu keluar rumah.

12. Kondisi neurologis, seperti demensia

Menurut Alzheimer's Association, demensia kemungkinan tidak meningkatkan risiko Covid-19 itu sendiri.

Namun, lupa mencuci tangan, tidak memakai masker, dan tidak menjaga jarak dari orang lain membuat Anda berisiko, yang dapat menimbulkan masalah bagi orang dengan penurunan kognitif yang serius.

13. Penyakit hati

Jaringan parut pada hati, yang juga dikenal sebagai sirosis, dapat menyebabkan peningkatan risiko kasus Covid-19 yang serius.

Virus corona telah terbukti berdampak pada hati, bahkan satu penelitian menunjukkan peningkatan kematian pada pasien yang sudah berjuang dengan sirosis.

Selain itu, kematian secara signifikan lebih tinggi pada pasien sirosis dengan Covid-19 daripada mereka yang dirawat di rumah sakit karena infeksi bakteri.

14. Kehamilan

Pasien Covid-19 yang hamil mungkin berisiko lebih tinggi terkena infeksi parah, serta komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur.

Selain itu, wanita hamil lebih cenderung berada pada ujung spektrum yang dramatis, baik menunjukkan gejala yang sangat sedikit atau tidak sama sekali atau bahkan jatuh sakit parah.

Terkadang, virus ditemukan menular dari orangtua ke bayi yang baru lahir.

15. Merokok

Menjadi perokok biasa bisa meningkatkan risiko segala macam penyakit kardiovaskular yang dapat membuat Anda berisiko tinggi terkena infeksi virus corona.

Merokok telah ditemukan terkait dengan kasus Covid-19 yang lebih buruk, tetapi penelitian masih harus dilakukan untuk secara langsung menghubungkan keduanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "15 Masalah Kesehatan yang Bisa Memperparah Gejala Virus Corona"
Penulis : Bestari Kumala Dewi

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved