Breaking News:

Sebut IDI Tak Ingin Memenjarakannya, Jerinx: Siapa yang Pesan Sebenarnya, Datang Kalian ke Sidang

I Gede Ari Astina alias Jerinx menantang pihak yang ingin memenjarakannya untuk datang ke persidangan.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Drummer Grup Band Superman Is Dead I Gede Ari Astina alias Jerinx (mengenakan rompi oranye) didampingi istrinya Nora Alexandra (kiri) bersiap menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di ruang Ditreskrimsus Polda Bali, Denpasar, Selasa (18/8/2020). Jerinx ditahan dan dijadikan tersangka kasus dugaan ujaran kebencian, atas laporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali terkait postingan Jerinx di akun media sosialnya. 

TRIBUNPALU.COM - I Gede Ari Astina alias Jerinx menantang pihak yang ingin memenjarakannya untuk datang ke persidangan.

Hal itu disampaikan Jerinx usai mengikuti sidang tuntutan di PN Denpasar, Selasa (3/11/2020).

Usai sidang, drummer Superman Is Dead itu menyebut bahwa IDI Pusat ataupun IDI Bali sebagai pelapor sebenarnya tidak ingin memenjarakannya.

"Coba datang sekali-kali ke sidang yang ingin memenjarakan saya. Dari IDI Pusat, IDI Bali enggak ada yang ingin memenjarakan saya. Siapa yang mesan sebenarnya, datang kalian ke sidang," ujar Jerinx, Selasa.

Baca juga: Walk Out dari Persidangan Dianggap JPU Jadi Hal yang Beratkan Jerinx Hingga Dituntut 3 Tahun

Baca juga: Jaksa Tuntut Jerinx 3 Tahun Penjara, Ini Ekspresi Drummer Superman Is Dead Tersebut

Baca juga: Jerinx SID Dituntut 3 Tahun Penjara Atas Kasus Ujaran Kebencian IDI Kacung WHO

Jerinx juga mempertanyakan pihak yang ingin memisahkan dia dengan istrinya.

"Saya ingin tahu orangnya siapa yang ingin memenjarakan saya dan ingin memisahkan saya dengan istri saya," ujar Jerinx.

Sebelumnya diberitakan, Jerinx dituntut pidana penjara tiga tahun dan denda Rp 10 juta subsider tiga bulan kurungan dalam perkara " IDI Kacung WHO".

Jaksa penuntut umum meyakini Jerinx terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Hal yang yang memberatkan yakni Jerinx tak menyesali perbuatannya dan telah melakukan walk out saat persidangan.

Kemudian, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan perbuatan terdakwa melukai perasaan dokter seluruh Indonesia yang menangani Covid-19.

Sementara, hal yang meringankan terdakwa yakni mengakui perbuatannya dan terdakwa masih muda sehingga masih bisa dilakukan pembinaan. (Kontributor Bali, Imam Rosidin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Yang Ingin Memenjarakan Saya Datang Kalian ke Sidang, Siapa yang Pesan Sebenarnya?"", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved