Breaking News:

Erick Thohir Copot Fuad Rizal, Satu-satunya Jajaran Direksi Garuda yang Tersisa dari Era Ari Askhara

Fuad merupakan satu-satunya jajaran direksi Garuda Indonesia yang tersisa saat perusahaan tersebut masih dipimpin oleh Ari Askhara.

Instagram/erickthohir
Erick Thohir. 

TRIBUNPALU.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai perwakilan dari pemerintah selaku pemegang saham PT Garuda Indonesia Tbk mencopot Fuad Rizal dari jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko.

Fuad merupakan satu-satunya jajaran direksi Garuda Indonesia yang tersisa saat perusahaan tersebut masih dipimpin oleh Ari Askhara.

“Perubahan pengurus perseroan di mana Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko Garuda Indonesia dari Pak Fuad Rizal digantikan oleh Pak Prasetio,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Presiden Jokowi Uraikan 6 Dampak Positif Omnibus Law Cipta Kerja bagi Iklim Usaha dan Investasi

Baca juga: Joe Biden Kritik Sikap Donald Trump yang Tak Mau Kerja Sama dalam Vaksin Covid-19

Baca juga: Jerinx Divonis 14 Bulan Penjara, Epidemiolog UI: Edukasi Lebih Penting daripada Kriminalisasi

Baca juga: Wagub DKI Jakarta Ungkap Alasan Hajatan Rizieq Shihab Sengaja Tak Dibubarkan

Prasetio sendiri merupakan Coorporate Advisor Garuda Indonesia.

Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Merpati Nusantara Airlines.

Di dunia perbankan, Prasetio pernah menjabat sebagai Vice President Credit Policy and Administration Group Head di PT Bank Niaga Tbk.

Lalu dia juga pernah menjadi staf ahli direktur utama sekaligus komisaris di BNI.

Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Perum Peruri pada periode 2012-2017 lalu.

Saat itu Menteri BUMN masih dijabat oleh Dahlan Iskan.

Selain perubahan susuan direksi, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia juga memutuskan untuk menerbitkan menerbitkan OWK (Obligasi Wajib Konversi) dengan total maksimum Rp 8,5 triliun.

“Persetujuan para pemegang saham untuk Garuda menerbitkan OWK (Obligasi Wajib Konversi) dengan total maksimum Rp 8,5 triliun dengan tenor maksimum 7 tahun yang wajib dikonversi menjadi saham baru begitu jatuh tempo,” kata Irfan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erick Thohir Copot Direktur Keuangan Garuda Peninggalan Ari Ashkara"
Penulis : Akhdi Martin Pratama

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved