Jusuf Kalla Bantah Isu Dirinya Bantu Kepulangan Rizieq Shihab ke Tanah Air

Mantan Wakil Presiden Ri Jusuf Kalla membantah membantu memulangkan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia.

Istimewa via Tribunnews.com
Jusuf Kalla 

TRIBUNPALU.COM - Mantan Wakil Presiden Ri Jusuf Kalla membantah membantu memulangkan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia.

Hal itu disampaikan Kalla membantah isu yang muncul di dunia maya yang menyebut ia turut membantu kepulangan Rizieq ke Indonesia untuk memuluskan langkah politik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Tudingan itu muncul lantaran Kalla berkunjung ke Arab Saudi tak berselang lama sebelum kepulangan Rizieq ke Indonesia.

Kalla mengaku ke Arab Saudi untuk menandatangani kerja sama pembangunan Museum Rasulullah Muhammad SAW.

“Maksud saya ke Mekkah adalah ibadah saja. Sepulang dari Vatikan. Di samping singgah di Riyadh untuk tanda tangan, kita ibadah malah dituduh macam-macam,” kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu.

Baca juga: Menkes Terawan: Pemerintah Hanya akan Menyediakan Vaksin yang Terbukti Aman dan Lolos Uji kKlinik

Baca juga: Ketua Umum FPI Sebut Rizieq Shihab Sedang Diungsikan Pasca-Insiden antara FPI dan Polisi

Baca juga: Ini Respon Habib Rizieq Atas Tewasnya 6 Pengawalnya di Jalan Tol Jakarta Cikampek

Kalla lalu membantah tudingan yang menyebut ia membawa uang tunai dalam jumlah besar untuk membayar berbagai keperluan Rizieq untuk pulang ke Indonesia.

Kata Kalla, tak masuk akal seseorang bisa membawa uang tunai dalam jumlah besar dan tidak tertangkap petugas imigrasi.

Pasalnya, hampir setiap imigrasi di semua negara mewajibkan penumpang pesawat mendeklarasikan barang bawaannya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Jika seseorang membawa uang tunai dalam jumlah besar tanpa tujuan jelas maka akan dicurigai imigrasi sebagai upaya pencucian uang.

“Jadi tidak masuk akal. Orang sekarang kalau kirim duit tidak pakai koper lagi,” ujar Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu.

Baca juga: Penyelidikan Laporan Pencemaran Nama Baik terhadap Jusuf Kalla Ditunda

Baca juga: Kata Jusuf Kalla Soal Pilpres 2024, Dukungan terhadap Anies Baswedan, dan Kepulangan Rizieq Shihab

Baca juga: Jusuf Kalla Dituding Jadi Dalang Penangkapan Edhy Prabowo, KPK Diminta Panggil Cawalkot Makassar

Baca juga: Masyarakat Lebih Pilih Habib Rizieq untuk Suarakan Aspirasi, Jusuf Kalla: Ada Kekosongan Sistem

Sebelumnya diberitakan, Jusuf Kalla diisukan di dunia maya bahwa ia terlibat dalam pemulangan Rizieq dari Arab Saudi ke Indonesia.

Isu Kalla membantu kepulangan Rizieq muncul setelah eks kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dan pemerhati sosial Rudi S Kamri menyebut seseorang dengan sosok Chaplin membawa uang sekoper ke Arab Saudi untuk memuluskan kepentingan politik ditahun 2022 dan 2024.

Kendati tak menyebut sosok Kalla secara langsung, warganet mengasosiasikan tokoh yang disebut Ferdinand dan Rudi sebagai Jusuf Kalla.

Nama Kalla sempat menjadi trending topic di twitter dan dituding berada di balik kepulangan Rizieq ke Indonesia.

Akibatnya, putri Kalla, Muswirah Kalla pun melaporkan Ferdinand dan Rudi pada Kamis (3/12/2020) ke Bareskrim Polri.

Salah satu yang dijadikan bukti ialah cuitan Ferdinand yang berbunyi:

Hebat juga si caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sudah dipanasi lebih awal. Tampaknya presiden akan sangat disibukkan oleh kegaduhan rekayasa caplin demi anak emasnya si asu pemilik bus edan.

Ferdinand dan Rudi dilaporkan dengan merujuk Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jusuf Kalla Bantah Bantu Pulangkan Rizieq Shihab ke Indonesia"
Penulis : Rakhmat Nur Hakim

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved