Komnas HAM Sebut Banyak Beredar Hoaks Terkait Tewasnya 6 Laskar FPI
Komnas HAM menyebutkan bahwa banyak beredar hoaks terkait meninggalnya enam anggota laskar FPI.
TRIBUNPALU.COM - Kasus tewasnya enam anggota Front Pembela Islam (FPI) masih terus dalam penyelidikan.
Terbaru, Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al-Rahab mengatakan, banyak beredar informasi hoaks atau kabar bohong selama Komnas HAM melakukan penyelidikan terhadap tewasnya enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek.
Ia mengatakan, informasi hoaks tersebut mencampur adukan keterangan Komnas HAM terkait peristiwa lain dan peristiwa di Tol Cikampek yang saat ini tengah diselidiki.
Baca juga: Kedubes Jerman Datangi Markas FPI, Anggota DPR: Dia Tercatat Sebagai Pegawai Badan Intelijen Jerman
Baca juga: Temuan Sementara Komnas HAM soal Tewasnya 6 Laskar FPI:Pemeriksaan Mobil, Senjata Api hingga Autopsi
Baca juga: Simpatisan Rizieq Shihab Berulah, Blokade Bandung-Cirebon dengan Tuntutan Pimpinan FPI Dibebaskan
"Kami melihat ada yang berupaya mencampur adukkan antara keterangan dari Komnas HAM dicampur aduk dengan keterangan yang lain, keterangan Komnas ham untuk peristiwa yang lain dicampur aduk dengan peristiwa yang lain lagi," kata Amir dalam konferensi pers yang ditayangkan di Kompas TV, Senin (28/12/2020).
Oleh karenanya, Amir meminta, masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima informasi dan segera pastikan kebenarannya.
Sampai saat ini, Komnas HAM harus melakukan pengujian terhadap barang bukti yang didapatkan sehingga belum bisa mendapatkan kesimpulan.
"Sampai hari ini Komnas HAM masih dalam proses menguji semua keterangan dan bukti ini, sehingga kami belum dapat menyampaikan apakah peristiwa ini akan seperti apa bentuk realnya," ujarnya.
"Saya pikir ini (hoaks) perlu dihentikan agar masyarakat tidak bingung," pungkasnya.
Baca juga: Massa Simpatisan FPI Akan Gelar Aksi 1812 di Istana Negara, Ini Tuntutan Mereka
Baca juga: Kontras Ungkap Alasan Tak Hadiri Rekonstruksi Insiden Baku Tembak antara Polisi dan FPI
Sebelumnya, Komnas HAM kembali menyampaikan perkembangan dan temuan terkait kasus penembakan enam orang laksar FPI oleh aparat kepolisian di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Hasilnya, kali ini Komnas HAM menemukan lima barang bukti yang diambil dari tempat kejadian perkara (TKP).
"Melakukan investigasi atau menyusuri tempat kejadian perkara yang di sekitar kilometer 50 tersebut, dan mendapatkan sejumlah barang-barang yang bisa dinyatakan atau bisa dilihat sebagai bukti," kata Amir.
Setidaknya ada lima barang bukti yang ditemukan oleh Komnas HAM di TKP. Temuan pertama adalah tujuh proyektil peluru.
Namun, dari tujuh proyektil yang ditemukan, Komnas HAM hanya yakin pada enam proyektil peluru yang ditemukan.
Kemudian ditemukan empat selongsong, lalu serpihan badan mobil yang diduga muncul setelah ada peristiwa saling serempet.
Serta ditemukan Komnas HAM juga menemukan rekaman percakapan dan rekaman CCTV jalan berkaitan dengan peristiwa penembakan tersebut.
"Nanti bukti-bukti ini memang perlu kami uji lagi," ujar dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Komnas HAM: Banyak Hoaks Terkait Tewasnya 6 Laskar FPI",
Penulis : Haryanti Puspa Sari
Editor : Krisiandi