Breaking News:

Kasus WN AS Terpilih Jadi Bupati di NTT, Pengamat: Calon, KPU, Hingga Parpol Bertanggung Jawab

Terkait hal itu, pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Andi Syafrani mengatakan ada sejumlah pihak yang harus bertanggung jawab

(Sumber: akun Facebook Orientriwukore)
Orient P Riwu Kore (kiri) yang menjadi Bupati terpilih Sabu Raijua Nusa Tenggara Timur diduga masih menjadi warga negara Amerika Serikat 

KPU Sebut Orient Patriot Riwukore Ber-KTP Kupang

Ketua KPU Sabu Raijua Kirenius Padji mengatakan, saat mendaftar sebagai peserta pilkada, Orient menyerahkan kartu tanda penduduk (KTP) warga negara Indonesia dan beralamat di Kota Kupang.

KPU Sabu Raijua juga melakukan klarifikasi ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Kupang mengenai keabsahan KTP Orient seperti yang dipertanyakan bawaslu tersebut.

Profil Orient
Profil Orient (Tangkapan Layar KPU)

Surat klarifikasi dari Dukcapil Kota Kupang itu, dikeluarkan pada 16 September 2020.

Surat itu ditandatangani oleh Kepala Dukcapil Kota Kupang Agus Ririmase.

Dalam surat itu tertulis Orient merupakan warga Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

“Dukcapil Kota Kupang sudah mengeluarkan berita acara tentang keabsahan KTP,” kata Kirenius, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Nasib Calon Haji Tahun 2021 Belum Pasti, Sedangkan Calon Jemaah Umrah Harus Lolos Persyaratan Ini

Bawaslu Sudah Ingatkan KPU

Menurut  Ketua Bawaslu Sabu Raijua, Yudi Tagihuma, saat pilkada pihaknya sudah mengingatkan KPU Sabu Raijua untuk menyelidiki isu bahwa Orient bukanlah berkewarganegaraan Indonesia.

“Kami juga sudah sampaikan peringatan sebelum penetapan. Kami minta mereka agar jangan terburu-buru menetapkan bupati dan wakil bupati terpilih, tetapi akhirnya ditetapkan juga,” tambah dia.

Lebih lanjut kata dia Bawaslu sendiri memang sudah menyelidiki dugaan kewarganegaraan Orient itu sejak awal Januari.

Bawaslu sudah mengirimkan surat ke Imigrasi di Kupang dan kantor Imigrasi pusat untuk mencari tahu soal dugaan bupati terpilih Sabu Raijua masih berkewarganegaraan AS.

Selain itu surat pemberitahuan juga sudah Bawaslu Sabu Raijua sampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat untuk kemudian menanggapi masalah ini.

“Namun baru ada konfirmasi dari Kedubes AS di Jakarta hari ini (2/2/2021), setelah penetapan bupati terpilih,” ungkapnya.

Baca juga: Fakta-fakta Kasus Polisi Tembak Buronan Judi di Depan Istri dan Anak: Oknum Polisi jadi Tersangka

Tanggapan Kedubes AS

Pihak Kedutaan besar (Kedubes) Amerika Serikat untuk Indonesia memberikan respon terhadap dugaan warganya yang menjadi bupati terpilih di Indonesia.

Orient P Riwu Kore yang diduga masih berstatus sebagai warga AS padahal dia baru saja ditetapkan sebagai bupati terpilih untuk Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.

Kedubes AS menyebut bahwa pihaknya tidak melakukan komunikasi pribadi terkait kebijakan.

“Merupakan sebuah kebijakan, Kedubes AS tidak membahas komunikasi pribadi, resmi antar kantor pemerintah,”sebut Kedubes AS dalam konfirmasinya yang diterima Kompas.tv, Selasa malam (2/2/2021).

Profil Orient Patriot Riwu Kore

Dikutip dari TribunMakassar.com berikut porfil Orient Patriot Riwu Kore.

Disalin dari laman pegiatliterasi.com dan form BB2.KWK (daftar riwayat hidup calon bupati), Orient lahir di Kupang, 7 Oktober 1964.

Pria berusia 56 tahun ini lahir dari pasangan Agustinus David Riwu Kore dengan Ema Mariance Koroh Dimu.

Dia merupakan anak keempat dari 8 bersaudara.

Suami dari Trinidad Martinez itu memiliki 2 anak, yakni Franklin D Riwu Kore dan Jessica M Riwu Kore.

Franklin D Riwu Kore merupakan pasukan Angkatan Darat Amerika Serikat (US-Army) yang memiliki keahlian sebagai penembak jitu.

Kedua anak Orient dan Trinidad lahir di Amerika Serikat.

Trinidad merupakan keturuna Yahudi dan Spanyol.

Baca juga: Dentuman Diduga dari Gunung Semeru jadi Trending Topic, Ini Kata BPBD Malang soal Asal Sumber Suara

Riwayat Pendidikan

Orient Riwu Kore mulai mengikuti pendidikan dasar di SD Inpress Nunbaun Sabu, Kupang  pada tahun 1971 hingga 1977.

Kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 1 Kupang sejak tahun 1977 hingga 1980.

Pendidikan menengah atas diselesaikan di SMEA negeri Kupang dari tahun 1980 hingga 1983.

Setelah itu, Orient menyelesaikan pendidikan Sarjana Administrasi Niaga di Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang dari tahun 1983 hingga 1987.

Semasa kuliah Undana, dia menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan anggota Resimen Mahasiswa atau Menwa.

Pendidikan Master of Arts (MA) in Religius Studies diselesaikan di University of California (UCLA) Los Angeles (1996), Master of Business Administration (MBA) diselesaikan di University of Southern California (USC) tahun 1999, dan Master of Theology (ThM), di selesaikan di California Center of Theological Studies USA tahun 2001.

Sedangkan ke-3 gelar doktornya, Doktor of Philosophy (PhD) diselesaikan di Dallas Theology Seminary di Texas (2004), PhD Accouting and Finance diselesaikan di Argosy University of San Diego (2010); dan Doktor of Business Administration (DBA) diselesaikan di North Central University, Presscott, Arizona, USA (2016).

Baca juga: Masyarakat Sabu Raijua Beri Nama Presiden Jokowi Ama Rihi Jaka, Ini Maknanya

Karier Orient Patriot Riwu Kore

Sebelum memutuskan menjadi kepala daerah di NTT, Orient merupakan pengusaha dan karyawan.

Pada tahun 1980-an, Orient sempat menjadi Tax Controller pada Garuda Indonesia Group di Jakarta. 

Pada tahun 1993, dia kemudian mendapat kesempatan belajar ke Amerika.

Pada tahun 1999, dia membuka restoran di Amerika.

Pada tahun 2003, membuka minimarket kemudian berkembang.

Pada tahun 2004, Orient bekerja di Digital Telecommunication Group-USA.

Pada tahun 2005, saat pindah ke San Diego, Orient mulai investasi di bidang real estate dan membeli beberapa apartment untuk disewakan, serta mempunyai puluhan hektar tanah di beberapa negara bagian di Amerika.

Karena selalu suka dengan tantangan dalam pekerjaannya, pada tahun 2007, Orient mencoba melamar ke General Dynamics, salah satu BUMN dari Departement Pertahanan AS.

General Dynamics memproduksi sejumlah kapal perang.

Tahun 2007 sampai 2012, Orient sempat aktif sebagai Master Masons, dalam Secret Organisasi  Freemasons ( merica Secret Society).

Sejak tahun 2000 sampai tahun 2015, aktif sebagai Associate Pastor di Gereja Hollywood Christian Center- Hollywood.

Pada tahun 2000, mendirikan gereja bernama Orient Christuan Center di Los Angeles hingga berkembang ke San Diego.

Di bidang politik, Orient sempat menjadi kader Partai Golkar, di Jakarta.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini, Rabu 3 Februari 2021: 24 Provinsi Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem

Tanggapan Politikus 

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera menilai terpilihnya Orient sebagai kejadian luar biasa. Sebab tidak sah jika seseorang yang bukan warga negara Indonesia menjadi kepala daerah.

"Ini kejadian luar biasa jika benar yang bersangkutan adalah WNA. Tidak sah seseorang menjadi kepala daerah kecuali WNI," ujar Mardani, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (3/2/2021).

Mardani juga menyebut bahwa hal ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Sehingga kejadian serupa tak akan terulang.

"Ini mesti jadi pelajaran bagi semua. Sistem kependudukan kita mesti dapat memastikan semua WNI hanya punya satu kewarganegaraan yaitu WNI," jelas dia.

Ketua DPP PKS itu pun menilai kejadian ini merupakan tamparan bagi KPU yang tidak teliti melakukan verifikasi data di awal. Namun perlu diberikan apresiasi bagi Bawaslu yang berhasil menemukan masalah ini.

"Tentu apresiasi Bawaslu yg bekerja cermat dan jadi tamparan bagi KPU yang memverifikasi data awal," tandasnya.

(TribunPalu.com/Kompas/com/PosKupang.com/TribunTimur/com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengamat: Calon, KPU, Hingga Parpol Bertanggung Jawab Atas Kasus WN AS Terpilih Jadi Bupati di NTT

Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved