Benarkah Setelah Terima Vaksin COVID-19 Seseorang Justru Akan Lebih Mudah Terinfeksi ? Ini Faktanya!
Beredar di media sosial sebuah unggahan yang mengatakan bahwa orang lebih mudah terinfeksi COVID-19 setelah divaksin, simak faktanya!
TRIBUNPALU.COM - Semakin luas beredarnya vaksin COVID-19 di Indonesia, seiring dengan banyaknya informasi yang beredar baik melalui media sosial maupun disekitar.
Beredar di media sosial sebuah unggahan yang mengatakan bahwa orang lebih mudah terinfeksi COVID-19 setelah divaksin.
Dilansir dari laman resmi covid19.go.id, unggahan tersebut diberitanggapan oleh pihak Kemenkes.
Siti Nadia Tarmizi, selaku juru bicara Vaksinasi COVID-19 dirinya menjelaskan seseorang yang sudah divaksin COVID-19 tetapi antibodinya belum terbentuk sempurna, memiliki risiko infeksi yang sama dengan orang yang belum divaksin.
Baca juga: Soroti Upaya Pemerintah dalam Memulihkan Ekonomi, Ketua DPD RI : Kita Butuh Kreativitas
Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Sulawesi Tengah, 1340 Kasus Aktif dan 269 Meninggal Dunia
Ia juga menegaskan, bahwa vaksin tidak mencegah penularan.
Namun, vaksin mencegah seseorang jatuh sakit atau sakit berat.
Dipastikan bahwa unggahan tersebut merupakan berita palsu atau salah.
Ia memberi himbauan kepada masyarakat agar tetap waspada.
Tetap berhati-hati dengan informasi terkait kesehatan yang beredar tidak melalui kanal-kanal resmi.
Seperti postingan di media sosial atau broadcast pesan di aplikasi chatting.
Cek kebenaran sebuah informasi dengan:
- Kirim pesan WhatsApp ke Chatbot Mafindo ke nomor 085921600500
- Cek di situs Kementerian Kominfo di https://komin.fo/inihoaks atau https://turnbackhoax.id dan https://cekfakta.com.
- Cek dan buktikan hoaks terkait COVID-19, kunjungi https://s.id/infovaksin
Pentingnya Vaksin
Di Indonesia saat ini telah ditemukan varian baru virus Covid-19.
Varian baru tersebut diyakini tidak akan mempengaruhi efektifitas vaksin yang diberikan kepada masyarakat.
Karena jika salah satu vaksin yang ada terbukti kurang efektif terhadap satu atau lebih varian, maka hal itu akan menjadi dasar perbaikan komposisi vaksin untuk melindungi dari varian tersebut secara spesifik.