Benarkah Setelah Terima Vaksin COVID-19 Seseorang Justru Akan Lebih Mudah Terinfeksi ? Ini Faktanya!

Beredar di media sosial sebuah unggahan yang mengatakan bahwa orang lebih mudah terinfeksi COVID-19 setelah divaksin, simak faktanya!

freepik
Illustrasi Vaksinasi COVID-19 

Disamping itu, mengenai kemunculan varian baru, Wiku menjelaskan hal terkait.

"Proses semua virus termasuk Sars-Cov2 memperbanyak diri. Saat menggandakan diri terkadang terjadi sedikit perubahan yang sangat normal," jelasnya.
Ia menambahkan perubahan-perubahan tersebut yang disebut mutasi.

Sedangkan virus dengan satu atau lebih mutasi disebut varian dari virus aslinya.

"Ketika virus menyebar luas di populasi dan menyebabkan angka kasus yang tinggi, maka kemungkinan virus bermutasi juga meningkat," tambah Wiku.

Sebagian besar mutasi virus tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap kemampuan virus menyebabkan infeksi atau penyakit.

Namun, berdasarkan lokasi perubahan pada material genetik virus, maka sangat mungkin mempengaruhi sifat virus seperti sifat penularannya.

Bisa kurang atau lebih cepat menular atau besar keparahan yang ditimbulkan.

Terkait hal tersebut, vaksin Covid-19 yang sedang dalam pengembangan atau sudah disetujui diharapkan dapat memberikan setidaknya beberapa proteksi untuk melawan varian virus baru.

Pada prinsipnya vaksin Covid-19 dalam pengembangannya memperhatikan respon imun yang luas dan mempertimbangkan berbagai antibodi dan sel.

"Oleh karena itu, perubahan atau mutasi pada virus tidak membuat vaksin menjadi tidak efektif sama sekali," tegas Wiku.

(TribunPalu.com/DindaNalifa)

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved