Breaking News:

Pernyataan Muhammadiyah Terkait Vaksinasi saat Bulan Ramadhan: Itu Tidak Membatalkan Puasa

Dalam kondisi pandemi Covid-19, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan anjurannya kepada warga Muhammadiyah untuk divaksin saat Ramadhan.

Website PP Muhammadiyah
Haedar Nashir menandatangani surat keputusan terkait pelaksanaan vaksinasi saat bulan Ramadhan 

TRIBUNPALU.COM, JAKARTA - Dalam kondisi pandemi Covid-19, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan anjurannya kepada warga Muhammadiyah dan umat Islam untuk tetap menjalankan ibadah Ramadhan 1442 H.

Melalui surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Abdul Mu'ti itu, Muhammadiyah mengatakan jika vaksinasi di bulan Ramadhan tidak membatalkan puasa.

"Vaksinasi dengan suntikan boleh dilakukan pada saat berpuasa dan tidak membatalkan puasa," tulis tuntunan tersebut yang diterima Tribunnews.com, Senin (29/3/2021).

Menurut sudut pandang PP Muhammadiyah, vaksinasi tidak membatalkan puasa karena diberikan tidak melalui lubang mulut, hidung ataupun lubang lainnya, melainkan disuntik.

Tak hanya itu, Muhammadiyah menganggap jika vaksin tidak bersifat memuaskan keinginan orang yang sedang berpuasa.

Baca juga: Siap-siap, Giliran Ojol di Kota Palu Bakal Dapat Vaksinasi COVID-19

Baca juga: Pemerintah Wajibkan Sekolah Dibuka Usai Vaksinasi Guru Rampung, Ini Penjelasannya

Tahap Pertama, 45 karyawan Jazz Hotel Palu Disuntik Vaksin COVID-19

Vaksin juga bukan merupakan zat makanan yang mengenyangkan atau menambah energi dalam tubuh.

Beberapa hal yang menyebabkan puasa batal anatar lain ialah makan dan minum dengan sengaja, dimana aktivitas tersebut memasukkan sesuatu ke dalam rongga mulut dan masuk ke dalam perut.

Walaupun makanan tersebut memiliki rasa yang tidak lezat, namun memasukkan makanan ke dalam perut adalah hal yang bisa membatalkan puasa.

"Suntik vaksin tidak termasuk makan atau minum. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Al-Qur’an surah al-Baqarah [2] ayat 187," sebut surat tersebut.

Pernyataan Muhammadiyah ini sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengatakan jika vaksinasi Covid-19 yang dilakukan secara injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa.

56 Karyawan Hotel Santika Palu Disuntik Vaksin COVID-19 Tahap Pertama

Ratusan Anggota PHRI Disuntik Vaksin, Lutfiah: Semoga Dapat Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Halaman
12
Penulis: Rahman Hakim
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved