Breaking News:

Tayangan Pernikahan Atta-Aurel Lolos dari Sanksi, KPI: Bukan karena Pak Jokowi

Tayangan pernikahan selebriti Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah lolos dari sanksi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana hadir pada acara akad nikah Titania Aurelie Nur Hermansyah (Aurel) dengan Muhammad Attamimi Halilintar (Atta). 

TRIBUNPALU.COM - Tayangan pernikahan selebriti Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah lolos dari sanksi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Padahal sebelumnya, KPI memberikan peringatan keras kepada RCTI selaku stasiun televisi yang menyiarkan  pertunangan pasangan Youtuber dan penyanyi itu.

KPI menegaskan bahwa tidak adanya sanksi bukan karena kehadiran Presiden Joko Widodo sebagai saksi mempelai pria.

"Jadi bukan karena Pak Jokowi hadir sebagai saksi. Bukan karena itu," kata Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo saat dihubungi Kompas.com, Selasa (6/4/2021).

Mulyo menjelaskan, prosesi pernikahan Atta-Aurel tetap disiarkan tanpa sanksi karena pihak RCTI selaku televisi penyelenggara sudah diberikan peringatan keras agar dapat menyisipkan nilai edukasi dalam tayangan tersebut.

Baca juga: Fakta Terbaru Brimob Meninggal Setelah Vaksin, Ada 20 Anggota Juga Meriang, Polisi Anggap Normal

Baca juga: Ungkap Alasan Tak Beri Sanksi Tayangan Pernikahan Atta-Aurel, KPI: Bukan karena Presiden Jadi Saksi

"Ada Presiden atau tidak ada, kami sangat ingin acara itu memasukkan nilai-nilai budaya kepada masyarakat," ucap Mulyo Hadi.

Mulyo mengungkapkan, pihaknya juga baru mengetahui akan kehadiran Presiden Jokowi dalam pernikahan Atta-Aurel, satu hari sebelum pernikahan berlangsung.

Saat itu, kata dia, pihak Istana mengajak serta KPI untuk rapat bersama.

Dalam rapat tersebut, pihak Istana meminta KPI menyampaikan pesan terkait apa saja yang perlu diperhatikan dalam pernikahan Atta-Aurel.

"Kami baru tahu bahwa Presiden akan datang itu, satu hari sebelum pernikahan atau hari Jumat. Kalau tidak salah, sehari sebelum acara itu kami baru diberitahu. Karena waktu itu ketua kami ditanya, ada pesan apa dari KPI yang kemudian harus diperhatikan," ujar Mulyo.

Halaman
12
Editor: Muh Ruliansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved