Breaking News:

Melawan Stigma Kesehatan Mental, Psikolog: Stop Judging, Start Supporting

Apakah melawan stigma kesehatan mental itu diperbolehkan? Berikut penjelasan dari Psikolog Analisa Widyaningrum.

Penulis: Rahman Hakim | Editor: Lita Andari Susanti
apa.org
ILUSTRASI - Penderita gangguan mental atau mental health survivor 

TRIBUNPALU.COM - Seseorang dikatakan memiliki mental yang sehat saat kondisi batinnya terasa tentram dan tenang.

Sehingga bisa merasakan nikmatnya beraktivitas sehari-hari tanpa ada paksaan dan tekanan.

Seseorang bermental sehat juga bisa memanfaatkan kemampuan serta potensinya untuk menghadapi segala rintangan dalam hidup.

Namun jika kesehatan mental seseorang terganggu, maka kemampuan berpikir dan mengendalikan emosinya akan mengarah ke perbuatan negatif.

Dikutip dari laman Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, gangguan mental bisa menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih besar.

Baca juga: 3 Zodiak yang Dikenal Punya Mental yang Kuat, Leo Berwatak Keras, Capricorn Kuat Terima Cibiran

Baca juga: Sosok Felicia Hutapea, Putri Hotman Paris yang Tegur Luna Maya di Medsos Bahas Gangguan Mental

Berdampak pada Kesehatan Mental dan Mata, Berikut Bahaya Menatap Layar Komputer Terlalu Sering

Psikolog Analisa Widyaningrum menyoroti soal depresi dan gangguan mental melalui tayangan YouTubenya, Analisa Channel.
Psikolog Analisa Widyaningrum menyoroti soal depresi dan gangguan mental melalui tayangan YouTubenya, Analisa Channel. (instagram.com/analisa.widyaningrum)

Beberapa kasus sering dijumpai, orang yang mengalami kesehatan mental dianggap gila bahkan ditertawakan.

Menanggapi hal tersebut, Psikolog Klinis, Analisa Widyaningrum angkat bicara melalui akun Instagramnya di @analisa.widyaningrum.

Ia mencontohkan kehidupan seseorang yang terlihat ideal tanpa beban, tiba-tiba mengungkapkan ketidaksehatan pada mentalnya.

"Loh kok bisa sih kamu punya anxiety disorder? Padahal kamu kelihatan happy, keren kayak nggak takut atau cemas gitu," ujar Analisa saat memebrikan contoh secara tertulis.

Wanita yang pernah menjadi lulusan terbaik di Universitas Gadjah Mada (UGM) ini juga berpendapat, banyak orang yang menganggap kejadian tersebut sebagai manusia yang kurang bersyukur.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved