Melawan Stigma Kesehatan Mental, Psikolog: Stop Judging, Start Supporting
Apakah melawan stigma kesehatan mental itu diperbolehkan? Berikut penjelasan dari Psikolog Analisa Widyaningrum.
Padahal gangguan mental sangat lazim dialami oleh manusia.
• Tak Selalu Bermakna Negatif, Ternyata Bicara Sendiri Miliki Manfaat Baik untuk Kesehatan Mental
• Jangan Terjebak Lingkaran Depresi, Psikolog: Kesehatan Mental Harus Lebih Diperhatikan
Sehingga diperlukan apresiasi kepada mereka yang sudah mau berbagi dan bercerita tentang kondisi mentalnya.
"Itu adalah hal utama dan paling utama yang mudah untuk kita lakukan," sambungnya.
Kedua, pemberian empati yang diucapkan dengan kalimat-kalimat dukungan dan perhatian atas apa yang mereka rasakan.
Analisa menyarankan jika tidak bisa menanggapi curahan hati mereka, lebih baik mendengarkan saja.
Menjadi pendengar yang baik akan menimbulkan rasa 'diperhatikan' pada diri seorang mental health survivor.
"Sentuhan-sentuhan hangat lain juga bisa kita berikan, ini menunjukkan kalau kita peduli padanya," kata Analisa.
Baca juga: Minions Siap Comeback di German Open 2021, Marcus Gideon: Fokus Jaga Kondisi Tubuh dan Mental Dulu
Ketiga, bisa menahan emosi saat mendengarkan keluhan mereka.
Analisa menjelaskan apabila sedang dicurhati seseorang, maka rasa gatal ingin berkomentar akan menghampiri.
Terlebih jika apa yang mereka hadapi tidak seberat beban yang dimiliki pendengar.
"Pasti ada rasa mau komentarin, 'kamu nggak seberapa, coba si XXX lebih parah dari kamu'," ujarnya saat memberi contoh.
Analisa membenarkan jika kadar kesulitan setiap orang memang berbeda-beda.
Sehingga, ia mengimbau untuk tidak saling membandingkan satu sama lain.
"Karena hal itu akan membuatnya semakin terpuruk. Sejatinya mereka cuma butuh dipahami," tulis Analisa dalam microblognya.
• Tak Hanya untuk Tubuh, Puasa Juga Bermanfaat bagi Kesehatan Mental, Ini Penjelasan Dokter
Kemudian yang terakhir adalah menawarkan bantuan.