Breaking News:

Melawan Stigma Kesehatan Mental, Psikolog: Stop Judging, Start Supporting

Apakah melawan stigma kesehatan mental itu diperbolehkan? Berikut penjelasan dari Psikolog Analisa Widyaningrum.

Penulis: Rahman Hakim | Editor: Lita Andari Susanti
apa.org
ILUSTRASI - Penderita gangguan mental atau mental health survivor 

"Nggak jarang kayak gitu dianggap sebagai manusia kurang bersyukur," sambungnya.

Baca juga: Psikolog Sebut Perhatian pada Kesehatan Mental di Palu Masih Rendah Pasca TrioBencana

Kondisi Mental Tim Indonesia seusai Dipaksa Mundur dari All England, PBSI: Harus Dikubur Dalam-dalam

Dalam tulisan yang diunggah Analisa pada Senin (4/4/2021) itu juga memberikan tips saat ada seseorang yang sedang mengungkapkan kondisi kesehatan mentalnya.

Pertama, harus mengapresiasi keberanian orang tersebut.

Stigma terkait kesehatan mental merupakan penyebab seseorang enggan mengungkapkan kondisi mental yang sesungguhnya.

Bahkan tak jarang ditertawakan atau justru malah dibilang gila.

Padahal gangguan mental sangat lazim dialami oleh manusia.

Tak Selalu Bermakna Negatif, Ternyata Bicara Sendiri Miliki Manfaat Baik untuk Kesehatan Mental

Jangan Terjebak Lingkaran Depresi, Psikolog: Kesehatan Mental Harus Lebih Diperhatikan

Sehingga diperlukan apresiasi kepada mereka yang sudah mau berbagi dan bercerita tentang kondisi mentalnya.

"Itu adalah hal utama dan paling utama yang mudah untuk kita lakukan," sambungnya.

Kedua, pemberian empati yang diucapkan dengan kalimat-kalimat dukungan dan perhatian atas apa yang mereka rasakan.

Analisa menyarankan jika tidak bisa menanggapi curahan hati mereka, lebih baik mendengarkan saja.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved