Breaking News:

Isu Nadiem Makarim akan Diganti, Pengamat Pendidikan: Jangan Direshuffle, Dia Visioner

Pengamat politik sebut Nadiem pantas direshuffle, namun menurut pengaman pendidikan, Nadiem Makarim harus dipertahankan.

Instagram/kemdikbud.ri
ILUSTRASI - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim diisukan akan diganti setelah kabar peleburan Kemendikbud dengan Kemenristek oleh Presiden Joko Widodo. 

TRIBUNPALU.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim dinilai kurang tepat saat memimpin sebagai menteri.

Beberapa pendapat pakar politik mengatakan, jika penggabungan Kemendikbud dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) masih dipimpin Nadiem, diperkirakan tidak ada kemajuan.

Hal itu dilontarkan oleh pengamat politik, Muslim Arbi.

"Jadi penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek tetap dipimpin mantan bos Gojek itu akan tidak mencapai kemajuan apa-apa," ujarnya saat dikutip TribunPlau dari laman Instagram Pinter Politik.

Pendapat serupa juga diberikan oleh pengamat politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubaedillah Badrun.

Ia mengatakan, di Indonesia banyak ditemui profesor ahli bidang pendidikan yang memiliki kemampuan lebih baik.

Baca juga: Mendikbudristek Segera Dilantik, Begini Nasib Nadiem Makarim Menurut Pengamat

Baca juga: Pengamat Sebut Banyak Ahli Pendidikan dari Kalangan Muhammadiyah, Nadiem Dinilai Layak Dikocok Ulang

"Ada banyak profesor di negeri ini yang paham dunia pendidikan dan riset, dengan kualifikasi internasional dan memiliki kemampuan eksekusi," katanya.

Sementara itu, pengamat pendidikan, Budi Trikorayanto menilai kinerja Nadiem Makarim selalu menunjukan kemajuan.

Bahkan ia mengakui, belum ada Mendikbud yang memiliki kualitas sebagus Nadiem dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini.

"Selama puluhan tahun saya mendidik, belum pernah ada Mendikbud sebagus Nadiem Makarim. Muda, berani, visioner dan inovatif. Gerakan Kemerdekaan Pendidikan itu revolusioner," katanya saat dihubungi Tribunnews, Kamis (15/4/2021).

Halaman
1234
Penulis: Rahman Hakim
Editor: Ananda Putri Octaviani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved