Breaking News:

Tips Kesehatan

Gejalanya Sering Dirasakan, Apa Itu Dislipidemia dan Bagaimana Cara Mengatasinya? Cek penjelasannya

Gejalanya sering sekali dirasakan orang, meski istilah "Dislipidemia" mungkin masih asing didengar.

Editor: Haqir Muhakir
Game Ready Blog
Ilustrasi sakit kepala 

TRIBUNPALU.COM - Gejalanya sering sekali dirasakan orang, meski istilah "Dislipidemia" mungkin masih asing didengar.

Contoh gejalanya antara lain merasa pusing, pegal pada tengkuk, atau rasa kesemutan pada ujung tangan dan kaki, itulah gejala yang diakibatkan oleh Dislipidemia.

Gejala serangan jantung seperti nyeri dada yang diikuti sesak napas dan keringat dingin, itu juga satu penyebabnya adalah Dislipidemia.

Melalui edukasi webinar awam, dr Muhammad Ramadhan dari Siloam Hospitals Jantung Diagram menyatakan, pengertian Dislipidemia adalah kandungan kadar lemak jahat (LDL) dalam darah yang terlalu tinggi atau kadar lemak baik (HDL) yang terlalu rendah.

Kadar lemak dalam darah merupakan kandungan lemak yang umumnya terdiri dari trigliserida, kolesterol, low-density lipoproteins (LDL) dan high-density lipoproteins (HDL).

Meskipun keadaan lemak yang baik dicapai dengan diet lemak yang cukup, beberapa orang memerlukan penanganan khusus dan obat-obatan untuk mengatasi keadaan tersebut.

Baca juga: VIDEO: Wali Kota Hadianto Sebut Perempuan Bisa Jadi Agen Pencegahan Radikalisme di Palu

Baca juga: Gugatan ke Polisi Ditolak Hakim, Curhatan Ayah Alm Qidam: Di Mana Letak Keadilan Itu?

Melanjutkan edukasinya, dr Muhammad Ramadhan mengatakan, secara umum dislipidemia dibagi menjadi dua, yaitu dislipidemia primer dan sekunder.

Dislipidemia primer disebabkan oleh faktor genetik yang diturunkan dari keluarga.

Sedangkan Dislipidemia sekunder disebabkan oleh gaya hidup dan kondisi medis yang mempengaruhi kadar lemak dalam darah, seperti:

  • Obesitas, terutama obesitas sentral dengan penumpukan lemak di sekitar perut.
  • Diabetes.
  • Hipotiroidisme, kondisi dimana produksi hormon tiroid di bawah normal.
  • Alkoholisme, penggunaan alkohol berlebihan.
  • Sindrom metabolik, kumpulan gejala berkaitan dengan metabolisme tubuh.
  • Konsumsi lemak berlebih, terutama lemak jenuh dan lemak trans.
  • Sindrom cushing, kumpulan gejala akibat tingginya hormon kortikotropin dalam darah.
  • Infeksi berat, seperti pada pengidap HIV.
  • Aneurisma aorta abdominal, kelainan pada pembuluh darah aorta di perut.

"Sebagian besar dislipidemia tidak memunculkan gejala yang berarti. Dislipidemia biasanya diketahui ketika seseorang menjalani pemeriksaan rutin untuk darah dan kondisi lainnya. Dislipidemia yang berat menimbulkan komplikasi yang serius mengarah kepada penyakit jantung koroner dan stroke," tutur dr Muhammad Ramadhan,melalui aplikasi zoom dan disiarkan pula secara live melalui kanal YouTube.

Baca juga: Cara Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak dengan Metode Jam Makan Serat

Baca juga: Predator Anak Syahril Parlindungan Marbun Aktif Main Sosmed dari Dalam Rutan, Ucapkan Belasungkawa

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved