Cara Menghadapi Masa Quarter Life Crisis dengan Sehat, Baik Secara Fisik Maupun Mental
Quarter life crisis adalah proses pencarian jati diri bagi seseorang yang mulai memasuki tahap awal usia dewasa.
Cara Menghadapi Masa Quarter Life Crisis dengan Sehat, Baik Fisik Maupun Mental
TRIBUNPALU.COM - Quarter life crisis adalah proses pencarian jati diri bagi seseorang yang mulai memasuki tahap awal usia dewasa.
Berdasarkan Teori Erikson yang dipublikais oleh laman Satu Persen Official, usia dewasa awal berkisar antara 20-an hingga 40-an tahun.
Di usia-usia itulah, seseorang akan dihadapkan dengan sebuah kebingungan untuk menjawab pertanyaan tentang dirinya sendiri, termasuk apa yang harusnya dilakukan.
Dalam periode ini, sangat wajar jika kita merasa tidak percaya diri dalam mencapai kesuksesan.
Pada fase ini, seseorang juga merasa ragu-ragu akan masa depannya dan rasa kecewa pada diri sendiri.
Khususnya menyangkut pekerjaan, keuangan, dan hubungan dengan orang lain.
Baca juga: Apa Itu Depresi dan Bagaimana Cara Mengatasinya? Berikut Penjelasan Psikolog Analis Widyaningrum
Baca juga: Dampak Psikologis Pertanyaan Kapan Nikah Menurut Ustaz dan Psikolog
Lebih lanjut, riset membuktikan bahwa generasi milenial saat ini memiliki fase 'quarter-life crisis' yang lebih parah daripada generasi sebelumnya.
Untuk melewati masa-masa ini, maka Anda memerlukan beberapa cara yang sehat untuk fisik dan mental.
Berikut Tribun Palu informasikan untuk Anda.
1. Kapan saat yang tepat untuk memulai semua rencana?
Jawabannya ialah sekarang.
Kebiasaan menunda-nunda hanya akan membuat Anda kehilangan waktu dengan sia-sia.
2. Tak perlu membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain.
Kualitas hidup Anda tergantung pada upaya dan kerja keras Anda untuk mewujudkan semua yang diinginkan.
Ingat, bahwa setiap orang berada pada tahap yang berbeda dalam perjalanan mereka, jadi jangan membandingkan diri Anda dengan orang lain.
Setiap orang punya definisi bahagianya masing-masing.
Baca juga: Melawan Stigma Kesehatan Mental, Psikolog: Stop Judging, Start Supporting
Baca juga: Cara Cek Kesehatan Mental: Kapan Seseorang Harus Konsultasi ke Psikolog? Ini 7 Tanda Deteksi Dini
3. Singkirkan mereka yang tidak menambah nilai baik dalam hidup Anda.
Kelilingi diri Anda dengan orang-orang berpikiran terbuka, termasuk teman-teman dan pacar.
4. Banyaklah membaca
Ini cara yang sangat efektif untuk membuka wawasan, menemukan ide, dan menambah pengetahuan baru.
Terlalu banyak membaca tidak akan memberikan kerugian untuk diri Anda.
5. Lakukan yang terbaik dalam semua hal
Kerahkan seluruh kemampuan saat ini juga.
Apa yang kamu lakukan sekarang akan berpengaruh pada masa depan.
Baca juga: Psikolog Ungkap Curhatan Betrand Peto saat Dituding Cuma Dimanfaatkan Ruben: Onyo Anak Kuat
Baca juga: Jalan Rusak di Sekitar Tugu Nunu Kota Palu, Warga Minta Segera Diaspal
6. Terkadang diri sendirilah sumber semua drama hidup, konflik, dan masalah
Jangan terlalu keras kepala untuk tidak mengakuinya.
Mengakui kesalahan bukan berarti kalah.
Berubahlah demi dirimu yang lebih baik.
7. Periode usia 20-an ini hanya akan berlangsung selama sepuluh tahun
Nikmatilah setiap waktu, manis dan pahitnya, karena masa itu tidak akan kembali lagi.
8. Banyak-banyak bersyukur atas apa yang telah kamu dapatkan
Terkadang, Anda terlalu sibuk mencari-cari hal yang belum didapat.
Padahal, telah begitu banyak nikmat yang ada di depan mata.
Baca juga: Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Disebut Gangguan Jiwa, Psikolog Forensik: Tipe Pemaafan Hukum?
Baca juga: Kata Psikolog Forensik Soal Kasus Fetish Jarik Gilang Bungkus: Kemungkinan Ada Penyimpangan Lain
Penyebab Quarter Life Crisis
1. Munculnya banyak pilihan dalam hidup
Dikutip dari kanal YouTube Satu Persen Official, biasanya selepas kuliah, Anda akan menemukan berbagai pilihan dalam hidupnya.
Ada yang ingin melanjutkan studi pasca sarjana, bekerja atau menikah saja.
Sehingga Anda akan dihantui dengan perasaan anxious, insecure, sampai over thinking.
Pilihan-pilihan tersebut akan menghiasi kehidupan Anda setelah lulus dari kuliah.
2. Menentukan Makna Hidup
Ketika masih berada di bangku sekolah, mungkin kebanyakan orang akan berpikir tentang kehidupan masa depan yang jauh lebih baik.
Misalnya, ketika Anda bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi kemanusiaan, sampai relawan bencana.
Mungkin Anda akan berpikir jika uang bukanlah segalanya.
Namun sejatinya setelah dewasa, yang Anda butuhkan ialah uang yang realistis.
Tuntutan finansial dalam hidup akan muncul pada fase ini.
Sehingga tak heran jika ditemui orang yang bingung antara tujuan hidup dan realitas kehidupan.
Baca juga: Cuitan tentang Obrolan yang Terdengar Biasa tapi Bisa Menyakitkan Hati Jadi Viral, Ini Kata Psikolog
Baca juga: Seusai Temui Psikolog, Wajah Aurel Hermansyah Jadi Sembab, Apa Penyebabnya?
3. Lingkaran Pertemanan Semakin Kecil
Saat berada di bangku sekolah, jumlah teman tergolong lebih banyak dan kompak.
Mulai dari teman kelas, teman bimbingan belajar, teman komunitas dan sebagainya.
Namun seiring berjalannya waktu, Anda akan merasa jika teman-teman Anda seperti menghilang satu per satu.
Entah itu dikarenakan kesibukan masing-masing, ataupun sudah memiliki tujuan hidup yang berbeda.
Misalnya, Anda pada masa kuliah atau sekolah dekat dengan teman Anda yang sebut saja Mawar.
Kemudian setelah lulus dari bangku kuliah, Mawar lebih memilih membangun kariernya di Jakarta, sementara Anda memilih menetap di daerah.
4. Ekspektasi Orang Lain
Manusia sebagai makhluk sosial, sehingga tidak bisa hidup jika tidak mmebutuhkan bantuan dari orang lain.
Tak jarang orang-orang yang berada di sekitar Anda menciptakan ekspektasi tersendiri untuk diri Anda.
Entah itu juga sesuai dengan ekspektasi Anda pribadi, ataupun sampai yang tidak.
Hal itu terkadang mungkin menjadi dilema Anda dalam mengambil keputusan dalam hidup.
Sebagai contohnya, Anda memiliki kekasih yang sudah menjalin hubungan selama lima tahun.
Sudah tiba waktunya bagi Anda untuk menjalin hubungan lebih serius dengan teman Anda.
Namun pada kesempatan tersebut, justru keluarga Anda meminta agar Anda memilih pasangan hidup yang memiliki finansial baik ataupun persyaratan yang lain.
(TribunPalu.com/Hakim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/bicara.jpg)