Breaking News:

Kesehatan

Markis Kido dan Christian Eriksen Kolaps di Lapangan, Begini Pertolongan Pertama saat Henti Jantung

Kasus kolaps di lapangan terjadi pada Markis Kido dan Christian Eriksen, diduga akibat henti jantung. Begini cara lakukan pertolongan pertamanya.

Penulis: Isti Tri Prasetyo | Editor: Isti Prasetya
Kolase TribunPalu.com - Instagram Christian Eriksen x Markis Kido
Kasus kolaps di lapangan terjadi pada Markis Kido dan Christian Eriksen, diduga akibat serangan henti jantung. Begini cara lakukan pertolongan pertamanya. 

Gelandang 29 tahun itu dibawa ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu, UEFA juga mengonfirmasi jika Eriksen telah sadar dan berada dalam kondisi stabil.

Momen Christian Eriksen Kolaps saat Denmark vs Finlandia, Sabtu (12/6/2021)
Momen Christian Eriksen Kolaps saat Denmark vs Finlandia, Sabtu (12/6/2021) (Jonathan NACKSTRAND / AFP / POOL)

Baca juga: EURO 2020: Petugas Medis Ungkap Christian Eriksen Sempat Alami Hilang Denyut Jantung

Dari dua kejadian tersebut, maka muncul pertanyaan apakah olahraga malah memicu kematian mendadak?

Lalu apakah penyebabnya karena jantung berhenti atau serangan jantung?

Dikutip dari Kompas.com, rupanya serangan henti jantung berbeda dengan serangan jantung biasa.

Persamaannya, keduanya kondisi ini bisa menyebabkan jantung gagal berfungsi sebagai mana mestinya dan meyebabkan kematian.

Serangan henti jantung atau istilah medisnya disebut dengan sudden cardiac arrest (SCA) adalah berhentinya detak jantung secara medadak yang disebabkan adanya gangguan aliran listrik di jantung, sehingga menghambat aktivitas pemompaan darah dan menghentikan sirkulasi darah dalam tubuh.

Umumnya seseorang yang terkena serangan henti jantung saat berolahraga dikarenakan telah memiliki riwayat penyakit jantung ini, hanya saja mereka tidak menyadari hal tersebut.

Sedangkan, serangan jantung atau heart attack kebanyakan disebabkan oleh penyakit jantung yang berlangsung kronik dalam waktu lama.

Serangan ini terjadi karena adanya penyumbatan mendadak di dalam pembuluh darah koroner sehingga aliran darah ke otot jantung menjadi terhambat dan akhirnya merusak otot jantung.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved