Simak Kandungan Polifenol dalam Cengkeh yang Mampu Mengatasi Diabetes
Polifenol berfungsi untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2 karena zat tersebut memperlambat laju penyerapan gula sambil meningkatkan insulin.
Studi hewan lain melihat efek bubuk kuncup cengkeh pada penanda laboratorium pada model tikus diabetes.
Mereka menemukan bahwa kadar gula darah lebih rendah pada tikus yang menerima bubuk cengkeh dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menerima bubuk cengkeh.
Dari laman Grid.id, menjelaskah bahwa cengkeh mengandung antioksidan, polifenol, yang terbukti sangat efektif menurunkan kadar gula darah, terutama jika dikonsumsi secara teratur.
Polifenol juga dapat berfungsi untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2 karena zat tersebut memperlambat laju penyerapan gula sambil meningkatkan insulin.
Selanjutnya, melansir dari laman Medical News Today, mengatakan bahwa polifenol juga dapat mempengaruhi gen dan ekspresi gen.
Gen spesifik seseorang juga dapat memengaruhi bagaimana tubuh mereka merespons jenis polifenol tertentu.
Polifenol bahkan dapat mempengaruhi bakteri usus.
Beberapa peneliti telah melaporkan bahwa polifenol dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Polifenol dapat meningkatkan sensitivitas insulin, serta memperlambat laju tubuh mencerna dan menyerap gula.
Menurut satu ulasan, sejenis flavonoid yang disebut flavan-3-ols mungkin sangat bermanfaat untuk menurunkan resistensi insulin.
Tinjauan yang sama juga menemukan bahwa flavonoid tampaknya menjadi jenis polifenol yang paling sering dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk diabetes tipe 2.
Analisis studi tentang asupan flavonoid dan diabetes tipe 2 menyimpulkan bahwa seseorang yang mengonsumsi paling banyak flavonoid memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2 daripada mereka yang mengonsumsi paling sedikit.
Meningkatkan asupan flavonoid juga tampaknya menjadi cara untuk mengurangi risiko penyakit secara signifikan.
Selain cengkeh, bahan alami yang memiliki kandungan polifenol kakao yang tidak diproses merupakan sumber yang kaya akan flavonoid.
Satu ulasan menemukan bahwa konsumsi kakao secara signifikan menurunkan penanda resistensi insulin.
Perlu dicatat bahwa kakao yang belum diproses sangat berbeda dari cokelat dalam bentuk permen atau makanan penutup tradisional.
Kakao yang belum diproses berasal langsung dari tanaman kakao tanpa tambahan gula.
(TribunPalu.com/Linda)