Manfaatkan Jahe, Minyak Ikan hingga Kurkumin untuk Bantu Atasi Inflamasi dengan Cara Alami
Untuk mengatasi peradangan, Anda dapat memanfaatkan bahan alami seperti jahe, kurkumin, minyak ikan, hingga vitamin D
Jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau Anda sedang mengonsumsi pengencer darah, bicarakan dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi minyak ikan.
3. Jahe
Akar jahe umumnya digunakan dalam masakan dan memiliki sejarah penggunaan dalam pengobatan herbal juga.
Ini juga digunakan sebagai obat rumahan untuk mengobati gangguan pencernaan dan mual, termasuk mual di pagi hari selama kehamilan.
Dua komponen jahe, gingerol dan zingerone, dapat membantu mengurangi peradangan yang terkait dengan beberapa kondisi kesehatan, termasuk diabetes tipe 2.
Konsumsi jahe juga dapat berdampak positif pada HbA1c (kontrol gula darah selama 3 bulan) dari waktu ke waktu.
Satu studi mencatat bahwa ketika penderita diabetes diberi 1.600 mg jahe setiap hari selama 12 minggu, kontrol gula darah mereka meningkat dan tingkat peradangan menurun secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Studi lain menemukan bahwa wanita dengan kanker payudara yang mengonsumsi suplemen jahe memiliki tingkat penanda inflamasi CRP dan interleukin-6 (IL-6) yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok plasebo, terutama ketika suplemen jahe dikombinasikan dengan olahraga.
Hingga 2 gram jahe setiap hari aman, tetapi dosis yang lebih tinggi mungkin memiliki efek pengencer darah. Jika Anda mengonsumsi obat pengencer darah, bicarakan dengan profesional kesehatan sebelum menambahkan jahe melebihi jumlah yang biasanya digunakan dalam memasak.
4. Spirulina
Spirulina adalah jenis ganggang biru-hijau dengan efek antioksidan yang kuat.
Penelitian telah menunjukkan bahwa itu mengurangi peradangan, meningkatkan penuaan yang sehat, dan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Meskipun sebagian besar penelitian telah menyelidiki efek spirulina pada hewan, penelitian pada orang dewasa yang lebih tua telah menunjukkan bahwa itu dapat meningkatkan penanda inflamasi, anemia, dan fungsi kekebalan tubuh.
Tidak ada efek samping signifikan yang diketahui, tetapi orang dengan kondisi autoimun mungkin ingin menghindarinya karena dapat memperburuk kondisi mereka karena potensi sifat penguatan kekebalannya.
5. Vitamin D