Sulteng Hari Ini

Proyek Pembangunan BTS Kominfo di Sulteng Belum Dibayar Kontraktor, Pekerja Sampai Utang ke Pinjol

Sudah hampir setahun, upah pekerjaan Minisitac (Sis dan Sitac) proyek pembangunan Base Transceiver Station (BTS) Menkominfo belum dibayarkan PT Sima C

Editor: Haqir Muhakir
Handover
Pekerja Minisitac bernama Sarman Baharuddin saat melakukan survei untuk pembangunan proyek BTS Menkominfo 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Sudah hampir setahun, upah pekerjaan Minisitac (Sis dan Sitac) proyek pembangunan Base Transceiver Station (BTS) Kementerian Kominfo belum dibayarkan PT Sima Consern Alih Daya.

Pekerja Minisitac bernama Sarman Baharuddin mengatakan, dirinya bahkan sampai menggadaikan rumah dan melakukan peminjaman online demi menutupi biaya selama operasi survei BTS tersebut.

"Rumah saya gadaikan di Bank, dan utang di Pinjol. Utang saya hampir 30 juta karena proyek ini, terus upah saya sesuai kontrak belum dibayar," ujar Sarman Baharuddin, Kamis (1/9/2022) pagi.

Sarman Baharuddin mengungkapkan, sudah berbagai upaya dilakukannya untuk mendapatkan haknya.

Tetapi, pihak kontraktor PT Sima Consern Alih Daya belum juga menyelesaikan proses pembayaran proyek BTS tersebut.

Baca juga: Polisi Ungkap Dugaan Motif Pelemparan Bom Molotov ke Rumah Karyawan PT CPM di Palu

Ia menyebutkan, pihak perusahaan PT Sima Consern Alih Daya hanya menjanjikan akan melunasi upah mereka.

Namun, sudah hampir setahun haknya belum juga didapatkan, hingga Ia jatuh sakit.

"Sudah sering kami melakukan mediasi.  Sampai-sampai saya dua minggu di Jakarta untuk mendapatkan hak saya itu, tapi hasilnya nihil," ujarnya.

Sarman Baharuddin menyebutkan, dari 46 titik lokasi di Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong yang direncanakan akan dibangunkan BTS.

Hampir merata proyek pembangunannya mangrak, karena upaya pekerja yang belum terbayarkan.

"Ada beberapa itu pekerjanya tinggalkan proyek pembangunan karena masalahanya sama, belum dibayarkan juga upahnya," terangnya.

Awalnya, proyek pengerjaan Sis atau survei lokasi pembangunan tower jaringan 4G ditangani oleh Sarman Baharuddin bersama timnya.

Sesuai kontrak awal Purchase Order, Sarman Baharuddin dijanjikan Rp45 juta per lokasi dengan jumlah total 46 titik.

Adapun titik lokasi yang dimaksud berada di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Donggala.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved