Jumat, 10 April 2026

Perang Gaza

Buktikan Militer Israel Bisa Dikalahkan, Hamas Beri Peringatan Soal Perlawanan Mesir

Serangan mendalam yang dilakukan oleh Brigade Al-Qassam, yang rekamannya diumumkan kepada publik, menyebabkan sedikitnya 21 tentara Israel tewas.

Handover
Prajurit Hamas 

TRIBUNPALU.COM - Pemimpin Hamas, Osama Hamdan, menyatakan bahwa operasi militer Maghazi yang dilakukan oleh Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan pembebasan Palestina, di Gaza tengah, menunjukkan tidak adanya kemenangan bagi Tentara Israel (IDF) dalam konflik di Jalur Gaza.

Serangan mendalam yang dilakukan oleh Brigade Al-Qassam, yang rekamannya diumumkan kepada publik, menyebabkan sedikitnya 21 tentara Israel tewas pada Senin (22/1/2024).

Hamas pun semakin percaya diri bisa mengakhiri konflik ini dengan kemenangan.

“Tidak ada cakrawala bagi [agresi Israel]” dan tidak ada kemungkinan “akhir yang bahagia” bagi Israel, kata Hamdan kepada AL-Mayadeen, Selasa (23/1/2024).

Insiden yang disebut pihak Israel sebagai hari paling kelam dalam Perang Gaza tersebut, kata Hamdan, juga meruntuhkan mitos yang menyebut kalau tentara IDF adalah pasukan tangguh dan terlatih hingga begitu 'sakti' dalam berperang.

“Mitos (tentang ketangguhan keamanan Israel) telah runtuh. Tentara pendudukan tidak mampu melindungi dirinya sendiri,” kata dia.

Dia juga menyentil pihak Amerika Serikat (AS), sekutu abadi Israel yang juga sponsor Perang Gaza dengan menyediakan amunisi bagi Tel Aviv dalam Perang Gaza, dengan mewanti-wanti kalau pertempuran akan meluas lintas-teritorial.

“AS harus secara serius mempertimbangkan bahwa lingkaran perlawanan akan meluas dan mungkin ada pihak-pihak yang tidak dipertimbangkan oleh AS yang mungkin terpaksa terlibat dalam konfrontasi ini.”

Seperti diketahui, setidaknya 24 tentara Israel tewas di Jalur Gaza pada 22 Januari 2023, di mana  sebagian besar korban tewas jatuh setelah serangan RPG oleh perlawanan Palestina dilaporkan menyebabkan dua bangunan runtuh di Al-Maghazi, Gaza tengah.

RPG tersebut dilaporkan memicu ranjau yang digunakan tentara Israel untuk mengebom dua bangunan yang akan dibongkar.

Tel Aviv menyebut insiden tersebut sebagai “yang paling mematikan” sejak perang darat di Gaza dimulai.

Prediksi Mesir Akan Melawan Israel

Selama percakapannya dengan Al-Mayadeen, Hamdan berbicara tentang rencana berisiko Israel untuk merebut sebagian perbatasan Gaza-Mesir.

Dia memprediksi, Mesir akan melawan manuver militer Israel tersebut dan akan memicu ketegangan bahkan pertempuran karena menyangkut batas teritorial dan keamanan negara.

"Saya tidak berpikir Mesir akan menerima pendudukan sebagian wilayahnya jika Israel menguasai poros Philadelphi."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved