Pemilu 2024 Sulteng

Jalan Kaki 3 Hari Jadi Tantangan Distribusi Logistik Pemilu di Baloa Doda Banggai

Penyelenggara Pemilu di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, akan menghadapi tantangan serius dalam pendistribusian logistik Pemilu

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Ketua PPK Pagimana, Rivai Sandagang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Penyelenggara Pemilu di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, akan menghadapi tantangan serius dalam pendistribusian logistik Pemilu ke lokasi terpencil, terutama Desa Baloa Doda yang terletak di pegunungan Pagimana. 

Waktu tempuh yang mencapai 3 hari 3 malam dengan berjalan kaki melalui medan berat hutan belantara dan naik turun gunung itu menjadi rintangan dan tantangan serius.

"Lalu saya pernah ke sana (Baloa Doda). Start dari Desa Bulu. Jalan kaki 3 hari 3 malam," kata  Ketua Panitia PPK Pagimana, Rivai Sandagang, menceritakan pengalamannya kepada TribunPalu.com, Senin (5/2/2024).

Suasana pengemasan logistik Pemilu 2024 di gudang Kd
Suasana pengemasan logistik Pemilu 2024 di gudang KPU Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Dalam menghadapi tantangan ini, Rivai menyatakan akan memprioritaskan pendistribusian logistik ke Desa Baloa Doda pada tanggal 7 Februari 2024.

Rivai juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengawal logistik tersebut dan mengantisipasi kerusakan logistik selama proses distribusi. 

Selain Desa Baloa Doda, PPK Pagimana juga akan memprioritaskan distribusi logistik untuk 4 desa di Kepulauan Poat pada tanggal 8 Februari 2024.

Sementara itu, Komisioner KPU Banggai, Mahmud, menjelaskan bahwa pihaknya telah memulai proses distribusi logistik ke kecamatan pada hari Senin (5/2/2024). 

Wilayah Dapil 2 yang meliputi Kecamatan Pagimana, Lobu, Nuhon, Bualemo, Simpang Raya, dan Bunta lebih diutamakan karena lokasinya yang cukup jauh, seperti Desa Baloa Doda dan Kepulauan Poat di Kecamatan Pagimana.

Tantangan distribusi logistik ini menjadi ujian bagi penyelenggara Pemilu untuk tetap menjaga kualitas demokrasi di daerah terpencil dengan memastikan seluruh warga dapat berpartisipasi dalam proses pemilihan secara adil dan lancar. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved