Selasa, 19 Mei 2026

HUT Kemerdekaan RI

HUT RI di Momen Pilkada 2024, Akademisi: Kebebasan Tanpa Tekanan dan Intervensi

Menurutnya, momentum Kemerdekaan di tengah gesekan dan tekanan politik menjadi ujian bagi bangsa dan rakyat.

Tayang:
Penulis: Citizen Reporter | Editor: mahyuddin
HANDOVER
Wakil Rektor IV Universitas Jakarta DR Andi Muh Yuslim Patawari 

TRIBUNPALU.COM - Wakil Rektor IV Universitas Jakarta DR Andi Muh Yuslim Patawari menilai HUT Kemerdekaan RI tahun ini harus menjadi pemersatu rakyat di tengah gesekan politik dalam momentum Pilkada 2024.

Menurutnya, momentum Kemerdekaan di tengah gesekan dan tekanan politik menjadi ujian bagi bangsa dan rakyat.

Olehnya, HUT Kemerdekaan RI hari ini harus dimaknai kebebasan membangun tanpa adanya tekanan dan intervensi.

“Tantangan yang lebih berat bagi bangsa sebenarnya, bagaimana mengisi kemerdekaan menuju bangsa adil, makmur serta menjadi bangsa besar yang dihormati,” ungkap Dr AYP dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/8/2024)

Pria kelahiran 9 Maret 1978 itu menjelaskan, setiap warga Indonesia saat ini berkomitmen meneruskan perjuangan dan menjadi bangsa yang lebih baik lagi.

Baca juga: Tak Didukung Partainya Maju Pilgub Sulteng 2024, Irwan Lapatta Hormati Putusan Golkar

Hal itu demi menciptakan kondusifitas keamanan dan menjaga kedaulatan dalam bernegara.

"Dengan umur Indonesia yang sudah 79 tahun, harusnya kedewasaan berdemokrasi mengalir tanpa intrik kekuasaan. Kekuasaan itu tidak akan langgeng bila bertentangan dengan adat, tradisi dan aturan," kata Asesor Kompetensi BNSP tersebut.

"Soeharto tumbang setelah 30 tahun karena reformasi harusnya menjadi pembelajaran bagi generasi bangsa dan penguasa. Tidak boleh lagi ada desain-desain di Pilkada 2024, untuk kepentingan kelompok tertentu," tutur Andi Yuslim Patawari menambahkan.

Dia menambahkan, ketua partai hari ini dihadapkan dengan ujian untuk menghadirkan figur yang diinginkan rakyat, bukan orang yang memuaskan kelompok atau penonton saja.

"Jangan paksakan figur yang menimbulkan konflik dan mengganggu kondusifitas keamanan bangsa. Fenomena ini dimunculkan di beberapa daerah strategis. Pencegahannya menjadi tanggung jawab semua lapisan rakyat, utamanya sesepuh politisi," jelas Andi Yuslim.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved