Sabtu, 25 April 2026

Anwar Hafid for Sulteng

Anwar-Reny Punya Strategi Jitu Agar SDM Sulteng Lebih Berkualitas Berdaya Saing

Mereka bertekad untuk membawa perubahan signifikan dalam kesehatan masyarakat Sulawesi Tengah. 

Editor: mahyuddin
HANDOVER
Calon Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid pemimpin yang selalu memprioritaskan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Di antara gagasan utamanya adalah menekan angka stunting sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tengah (Sulteng).  

TRIBUNPALU.COM - Calon Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid pemimpin yang selalu memprioritaskan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Di antara gagasan utamanya adalah menekan angka stunting sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Anwar Hafid percaya bahwa kemajuan SDM dimulai dari generasi sehat yang bebas dari stunting, sehingga anak-anak Sulawesi Tengah dapat tumbuh dengan optimal dan menjadi penerus bangsa yang unggul.

Didampingi oleh Reny Lamadjido sebagai calon wakil gubernur di Pilgub Sulteng 2024, pasangan Anwar-Reny menekankan penanganan stunting prioritas kerja BERANI.

Mereka bertekad untuk membawa perubahan signifikan dalam kesehatan masyarakat Sulawesi Tengah

"Angka stunting di Sigi masih cukup tinggi, dan ini menjadi tantangan besar bagi kita semua. Kami berkomitmen untuk melakukan intervensi yang lebih intensif di wilayah ini," ungkap Reny Lamadjido dalam pernyataannya, Jumat (12/9/2024).

Baca juga: Kuatkan Peran Perangkat Desa, Anwar Hafid Alokasikan Rp 5 Miliar untuk Kecamatan

Berdasarkan data BPS, angka stunting di Kabupaten Sigi mencapai 26,4 persen, sedangkan Kabupaten Donggala menduduki peringkat tertinggi dengan angka stunting sebesar 34,1 persen.

Kondisi itu menunjukkan perlunya perhatian khusus dalam penanganan stunting di Sulawesi Tengah, dan Anwar-Reny telah merancang strategi komprehensif untuk mengatasi masalah ini.

Reny Lamadjido yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, telah menyusun berbagai program untuk menanggulangi stunting secara dini.

Program-program itu tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan sejak sebelum kehamilan. 

Langkah penting adalah pemberian tablet zat besi kepada remaja putri berusia 14-18 tahun, untuk memastikan status gizi yang baik sebelum memasuki usia reproduksi.

Reny memahami langkah preventif untuk menanagi kasus stunting yang cukup tinggi.

"Langkah preventif seperti pemberian tablet besi ini sangat penting untuk memastikan generasi penerus kita sehat dan bebas dari risiko stunting," jelas Reny.

Penanganan stunting yang dirancang Anwar-Reny juga selaras dengan program nasional, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Mereka percaya bahwa memberdayakan manusia melalui perbaikan gizi dan kesehatan adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi Sulawesi Tengah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved