Sulteng Hari Ini
Aksi Terjun Payung Warnai Perayaan HUT ke-79 Brimob Polri di Sulawesi Tengah
Kegiatan diawali dengan peragaan bela diri Eskrima dan Polri oleh 60 Bintara Remaja.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Dalam peringatan HUT Ke-79 Korps Brimob Polri, pada Kamis (14/11/2024), Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan syukuran yang diiringi peragaan kemampuan khusus Brimob.
Acara ini melibatkan kolaborasi antara personel Satbrimob Polda Sulteng, Korps Brimob Polri, serta Bhayangkari Satbrimob Polda Sulteng.
Kegiatan diawali dengan peragaan bela diri Eskrima dan Polri oleh 60 Bintara Remaja.
Eskrima, seni bela diri yang berasal dari ilmu Sundang Majapahit, menampilkan kombinasi teknik bertarung dengan tongkat dan tangan kosong.
Baca juga: Polresta Palu Ciduk 10 Orang Pelaku Pencabulan terhadap Anak di bawah Umur
Peragaan ini disusul dengan aksi bela diri taekwondo, karate, judo, dan pencak silat yang dipertunjukkan oleh personel brimob berprestasi, termasuk Bripda I Kadek Pindi Adnyana, Bripda Christmas Fernando Poyungi, dan Bripda Fahrul Ahmad, peraih medali emas dan perunggu di berbagai kejuaraan nasional.
Peragaan dilanjutkan dengan demonstrasi menembak presisi dan cepat oleh personel Detasemen Gegana, yang memperlihatkan kombinasi keahlian tinggi dalam kecepatan dan ketepatan dalam menembak balon sehingga membentuk angka 79, sekaligus tampilan ledakan spektakuler.
Aksi menembak ini diiringi oleh aksi terjun payung delapan penerjun handal Korps Brimob melompat dari helikopter Bell 429 P-3203 dari ketinggian 10.000 kaki, membawa bendera Brimob dan foto Kapolda Sulteng dengan pesan penuh makna: Kami Bangga Menjadi Anggota Jenderal.
| Realisasi Belanja Tinggi, APBN dan APBD Sulawesi Tengah Catat Defisit Per April 2026 |
|
|---|
| Muhammad Safri Bongkar Alur Pokir: DPRD Hanya Mengusulkan, Eksekusi di Tangan Pemda |
|
|---|
| Andi Ridwan Usul Pokir DPRD Dihapus, Sebut Fungsi Pengawasan Legislatif Lemah |
|
|---|
| Sahran Raden Pertanyakan Transparansi Pokir DPRD: Jangan Sampai Jadi Alat Politik Elektoral |
|
|---|
| Safri Sebut Pokir DPRD Berasal dari Aspirasi Warga Saat Reses: Diatur Undang-Undang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/d-ia90sd-sajdja-sdass.jpg)