Pilgub Sulteng 2024
Festival Pilkada Sulteng: Mendorong Peran Aktif Pemuda dalam Demokrasi
Festival Pilkada Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara Bijak Pilkada, Ruang Setara (Rasera) Project, dan komunitas
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Angelina
TRIBUNPALU.COM, PALU – Festival Pilkada Sulteng yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara Bijak Pilkada, Ruang Setara (Rasera) Project, dan komunitas lokal di Kota Palu, seperti Demi Bumi Palu, Konsorsium Pembaruan Agraria Sulteng, Suara Muda, Trash Ranger Sulteng, Yayasan Rubalang, dan Green Leaders Indonesia, berhasil menarik perhatian ratusan pemuda, komunitas, organisasi, dan LSM.
Acara ini memberi ruang bagi mereka untuk berdiskusi secara interaktif mengenai visi, misi, dan gagasan dari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng.
Dimulai pukul 15.30 WITA di BellRock Coffee Roaster, Jl. Juanda, Kota Palu, acara ini menghadirkan tim sukses dari Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, yaitu Pasangan 01 Ahmad Ali - Abdul Karim (Beramal) dan Pasangan 02 Anwar Hafid - Reny Lamajidi (Berani).
Baca juga: Bareng Komeng, Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Kunjungi Keluarga Tahanan Tewas di Kota Palu
Sementara itu, Pasangan 03 Rusdi - Agusto (Sangganipa) tidak dapat hadir dalam diskusi.
Selain tim sukses, acara ini juga menghadirkan perwakilan komunitas sebagai penanggap, di antaranya Doni Moidady dari KPA Sulteng dan Amardani dari komunitas Demi Bumi Palu.
Festival Pilkada Sulteng bertujuan menciptakan ruang interaktif yang inklusif antara calon kepala daerah dan generasi muda.
Melalui acara ini, masyarakat dapat mendalami visi dan misi para calon secara langsung, sekaligus memberi masukan konstruktif untuk menentukan pemimpin Sulteng lima tahun ke depan.
Koordinator Festival Pilkada Sulteng, Moh Haikal, menjelaskan, mengingat keterbatasan dalam debat Pilkada yang diselenggarakan oleh KPU, kami bermitra dengan komunitas lain untuk membuat acara ini.
"Kami ingin menggali lebih dalam visi misi para paslon dan memastikan apakah gagasan mereka relevan bagi masa depan pemuda. Kami juga ingin menekankan pentingnya memilih calon berdasarkan substansi visi dan misi, bukan hanya popularitas," ucapnya.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tengah, partisipasi pemilih pada Pilkada Sulteng 2020 tercatat sebesar 74,5 persen. Angka ini meningkat dibandingkan Pilkada 2015, yang hanya mencapai 65 persen. Pada Pilkada 2024, KPU Sulteng menargetkan partisipasi mencapai 78 persen dari 2.236.703 Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Selain itu, data KPU menunjukkan bahwa pemilih usia produktif (17-24 tahun dan 25-39 tahun) menjadi kelompok pemilih terbesar, dengan jumlah masing-masing 442.016 dan 711.391 pemilih.
Hal ini menegaskan pentingnya peran aktif kaum muda dalam menentukan arah Sulteng ke depan.
Rahmat Saleh, perwakilan tim Paslon 01 (Beramal), menyampaikan bahwa pasangan ini telah mengakomodir kepentingan kaum muda melalui kehadiran Abdul Karim sebagai calon Wakil Gubernur.
"Kami dari pasangan Beramal akan mendorong keterlibatan pemuda dalam politik dan meningkatkan keterampilan mereka. Salah satu langkah yang akan kami ambil adalah mendirikan Institut Kesenian Sulteng agar pemuda tidak perlu pergi ke luar kota untuk mengembangkan bakat mereka. Kami juga akan mendorong kebijakan yang lebih mengutamakan kesejahteraan pemuda, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan ekonomi kreatif," jelas Rahmat.
Di sisi lain, Shadiq Muntashir, perwakilan Paslon 02 (Berani), menekankan rekam jejak Anwar Hafid, yang telah berpengalaman di berbagai posisi politik.
"Anwar Hafid, dengan pengalaman sebagai Kepala Desa, Bupati dua periode, hingga anggota DPR RI, memiliki visi untuk menciptakan job center bagi pemuda yang ingin bekerja, serta menjamin pendidikan dan kesehatan bagi generasi muda," ujar Shadiq.
Dalam diskusi tersebut, Doni Moidady menanggapi dengan menyatakan, dengan adanya industrialisasi di sektor nikel dan sumber daya alam lainnya, para kandidat harus hadir dengan gagasan konkret untuk mengatasi tantangan tersebut, terutama konflik agraria yang menjadi persoalan penting di Sulteng.
"Kami juga mengingatkan agar hak-hak tenaga kerja di sektor industri harus diperhatikan, termasuk jaminan keselamatan kerja," katanya.
Amardani, dari Demi Bumi Palu, juga menyoroti pentingnya komitmen terhadap isu lingkungan.
"Di tengah pesatnya industrialisasi di Sulteng, para kandidat harus memiliki gagasan untuk menjaga kualitas lingkungan hidup. Isu lingkungan harus menjadi bagian integral dalam setiap kebijakan yang mereka tawarkan," ungkap Amardani.
Dinda, seorang peserta muda, mengajukan pertanyaan yang menggugah tentang solusi konkret dari calon untuk mengatasi kerusakan lingkungan, jaminan pendidikan dan kesehatan, serta meningkatnya angka HIV-AIDS di kalangan kaum muda.
Festival Pilkada Sulteng ini berhasil menciptakan ruang bagi kaum muda untuk lebih aktif dalam proses demokrasi, sekaligus memberi kesempatan untuk mengkritisi dan memberi masukan terhadap calon pemimpin Sulteng.
Dengan harapan, generasi muda tidak hanya terpaku pada popularitas figur calon, tetapi dapat lebih kritis dalam menilai komitmen dan gagasan mereka.
Acara ini juga merupakan bagian dari upaya aktivasi platform pendidikan Pilkada, bijakpilkada.id, yang memudahkan pemilih, terutama generasi muda, untuk mengakses informasi penting terkait calon kepala daerah dan isu-isu lokal. (*)
| KPU Sulteng Segera Tetapkan Gubernur Terpilih Pascaputusan Mahkamah Konstitusi |
|
|---|
| Pasangan Ahmad Ali dan Abdul Karim Ajukan Gugatan Hasil Pilkada Sulteng ke Mahkamah Konstitusi |
|
|---|
| Terkendala di Ambang Batas, Andri Gultom : MK Pernah Kabulkan Diluar Syarat Formil |
|
|---|
| Eks Komisioner KPU Sebut Gugatan Tak Relevan, Andri Gultom: Materinya Jangan diambil dari Tiktok |
|
|---|
| Paslon Ahmad Ali dan Abdul Karim Gugat Hasil Pilgub Sulteng ke Mahkamah Konstitusi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Festival-Pilkada-Sulawesi-Tengah-Sulteng-yang-diselenggarakan-d.jpg)