OPINI
Gubernur Baru, Berani Wujudkan Pemerataan Sulteng ?
Jika dibandingkan dengan provinsi lain, Sulawesi Tengah berada pada posisi kedua provinsi dengan pertumbuhan tinggi setelah Papua Barat.
Kedua kabupaten tersebut tumbuh diatas 10 % , sementara kabupaten lain masih dibawah 5 % .
Kondisi ini semakin diperparah oleh disparitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang menikmati akses sumber industri dimana mayoritas lapangan kerja diisi oleh mereka yang berasal dari luar Sulawesi Tengah maupun daerah luar kabupaten wilayah pertambangan.
Perusahaan industri pengolahan bisa saja berdalih faktor Pendidikan, Kompetensi, Keahlian teknis, senantiasa menjadi hambatan bagi rekrutmen sumberdaya lokal untuk bekerja pada lapangan kerja industri yang tersedia, padahal pada sisi yang lain kita belum mendapatkan laporan lengkap program penguatan kapasitas SDM lokal ini diberikan bagi SDM lokal baik CSR pendidikan dan pelatihan Vokasional lokal secara rutin dan menyeluruh.
Baca juga: Warga Sulteng Buat Paspor Jelang Kenaikan Tarif, Kantor Imigrasi Palu Terapkan Pelayanan Tanpa Batas
Kedua faktor ini mesti menjadi prioritas Gubernur Baru yang akan memimpin Sulawesi Tengah pada masa akan datang yakni membangun pemerataan ekonomi antar kabupaten dan menghapuskan disparitas antar wilayah serta kedua menyiapkan SDM lokal untuk dapat memiliki kompetensi industrial yang bisa diserap oleh industri pengolahan yang ada.
Gubernur baru, Momentum Pemerataan Sulawesi Tengah.
Pada arah pembangunan Nasional untuk Pulau Sulawesi dalam RPJMN 2025-2029 Pemerintah Prabowo-Gibran, setidaknya Sulawesi Tengah bisa dilihat pada tiga besar arah perencanaan Nasional.
Pertama, sebagai pengembangan Kawasan Pertanian dan Pengolahan hasil Pertanian untuk wilayah Palu, Sigi, Parimo, Poso, Buol, Tolitoli dan Donggala.
Kedua, zona pengembangan kawasan perairan dan maritim untuk Tojo Una-Una dan Banggai bersaudara.
Serta yang ketiga yakni zona Pengembangan Kawasan Industri Pemurnian Nikel bagi Morowali- Morowali utara.
Berdasarkan RPJMN ini, pemerintah Provinsi sebagai perwakilan pemerintah pusat yang ada di daerah sudah waktunya mampu menjadi jembatan antara pusat dan kabupaten/kota yang berada di Sulawesi Tengah.
Baca juga: Aliansi Mahasiswa Unisa Palu Demonstrasi di Depan Rektorat, Tuntut Sejumlah Tuntutan
Apalagi target Nasional pertumbuhan nasional berada di angka 8?n kemiskinan menjadi 5 % , kondisi pertumbuhan tinggi mestinya diikuti dengan “pemerataan ekonomi” sudah waktunya Gubernur baru tidak hanya berfokus mengejar pertumbuhan namun lebih berorentasi pada pemerataan yakni menciptakan keadilan ekonomi di Sulawesi Tengah.
Karena, Provinsi ini harus dibangun untuk kepentingan semua kalangan yakni “Pertumbuhan dan Pemerataan”.
Karena kita punya janji kemerdekaan yakni memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kedua hal ini mesti menjadi pekerjaan besar Gubernur dan Wakil Gubernur Baru selain banyak pekerjaan rumah lain yang menanti. (*)
OPINI: Pohon Aren – Harta Terpendam dari Hutan Sulawesi |
![]() |
---|
Teruntuk Menteri Bahlil: Jangan Cuma Hadiri Musda Golkar, Tindak Juga Tambang Ilegal di Sulteng |
![]() |
---|
OPINI: Keikhlasan Guru, Cahaya di Tengah Bayang-Bayang Stigma |
![]() |
---|
OPINI: 80 Tahun Kemerdekaan: Saatnya Indonesia Berbenah Dari Dalam |
![]() |
---|
Perubahan Kebijakan RKAB dari Masa Berlaku 3 Tahun ke 1 Tahun: Kepastian Hukum dan Penyesuaian Pasar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.