Sabtu, 11 April 2026

Hardiknas 2025 Sulteng

Disdikbud Parimo Gelar Upacara Hardiknas 2025, Peserta Gunakan Baju Adat Kaili

Kepala Dinas Pendidikan Parigi Moutong, Sunarti, mengatakan upacara kali ini hanya diikuti oleh perwakilan sekolah dari wilayah Kecamatan Parigi.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Jumat (2/5/2025).

Upacara dilaksanakan dengan nuansa khas budaya lokal. Para peserta tampak mengenakan baju adat Kaili sebagai bentuk penghargaan terhadap kearifan lokal.

Kepala Dinas Pendidikan Parigi Moutong, Sunarti, mengatakan upacara kali ini hanya diikuti oleh perwakilan sekolah dari wilayah Kecamatan Parigi.

Hal itu karena kecamatan lain juga melaksanakan upacara serupa di wilayah masing-masing.

Baca juga: KPI Pusat: Aturan Seleksi untuk Incumbent Bukan Pelanggaran, tapi Efisiensi Prosedural

"Karena kabupaten dilaksanakan di Kecamatan Parigi, maka seluruh unsur stakeholder yang ada di Parigi mengikuti upacara di Kantor Bupati," ujar Sunarti kepada TribunPalu.com.

Ia menyebutkan, Hardiknas merupakan momen penting yang setiap tahun diperingati serentak oleh seluruh Dinas Pendidikan di Indonesia.

Peringatan ini menjadi penghormatan terhadap tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara, yang telah meletakkan dasar pendidikan sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia.

“Tahun ini kita mengangkat tema ‘Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua’,” kata Sunarti.

Baca juga: Kominfo Sulteng Sebut Seleksi KPID 2025 Sesuai Aturan KPI Pusat

Dalam upacara tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo, membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.

Dalam sambutan itu, ditegaskan kembali bahwa pendidikan tetap menjadi program prioritas nasional dalam visi pembangunan Presiden.

"Presiden mengatakan pendidikan masih menjadi program yang paling diprioritaskan," ungkapnya.

"Artinya, untuk membawa Indonesia menjadi lebih maju tergantung kualitas pendidikan, tak terkecuali di Parigi Moutong," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved