Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates Diikuti 20 Ribu Orang di Dunia, Negara Ini Paling Banyak Partisipan

Indonesia menjadi satu dari lima negara yang dipilih untuk berpartisipasi dalam uji klinis fase 3 vaksin TBC M72/AS01E.

Editor: Fadhila Amalia
Freepik
Indonesia menjadi satu dari lima negara yang dipilih untuk berpartisipasi dalam uji klinis fase 3 vaksin TBC M72/AS01E, kandidat vaksin terbaru yang dikembangkan oleh yayasan milik Bill Gates. 

TRIBUNPALU.COM - Indonesia menjadi satu dari lima negara yang dipilih untuk berpartisipasi dalam uji klinis fase 3 vaksin TBC M72/AS01E, kandidat vaksin terbaru yang dikembangkan oleh yayasan milik Bill Gates

Uji klinis ini menjadi langkah penting dalam upaya global mengakhiri epidemi tuberkulosis (TBC) dan menggantikan vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG) yang telah digunakan selama lebih dari satu abad.

Baca juga: Vaksin TBC Bakal Masuk Program Nasional: Pemerintah Siapkan Vaksinasi Gratis Mulai 2028

Total partisipan uji klinis vaksin Bill Gates ini mencapai lebih dari 20.081 orang di seluruh dunia,

Selain Indonesia, empat negara lainnya itu adalah Afrika Selatan, Kenya, Zambia dan Malawi.

Lima negara yang berpartisipasi dalam uji coba ini merupakan negara-negara dengan jumlah penyakit TBC yang besar. 

Baca juga: Uji Klinis Vaksin TBC Milik Bill Gates Jadi Kontroversi, Ini Syarat Penting untuk Calon Relawan

Berikut negara dan jumlah partisipan dalam uji klinis fase 3 vaksin TBC Bill Gates dikutip dari Kementerian Kesehatan:

Afrika Selatan: 13.071 partisipan
Kenya: 3.579 partisipan
Indonesia: 2.095 partisipan
Zambia: 889 partisipan
Malawi: 447 partisipan
Data tersebut menunjukkan bahwa Afrika Selatan menjadi negara dengan kontribusi peserta terbanyak. Sementara itu, Indonesia menempati posisi ketiga dengan partisipasi lebih dari dua ribu orang dari kelompok usia remaja dan dewasa.

Baca juga: Vaksin TBC Jadi Harapan untuk Tekan Angka Kematian Tuberkulosis

Uji coba vaksin TBC di Indonesia dilaksanakan di sejumlah institusi medis ternama, antara lain Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), RS Universitas Indonesia (RSUI), RSUP Persahabatan, RS Islam Cempaka Putih di Jakarta, dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK UNPAD) di Bandung.

 Kegiatan ini menunjukkan peran aktif Indonesia dalam riset kesehatan global, khususnya dalam pengendalian TBC yang masih menjadi ancaman serius di tanah air.

Mengapa Dunia Perlu Vaksin TBC Baru?
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, dunia kini memang memerlukan vaksin baru untuk TB.

Vaksin TBC baru menggantikan vaksin BCG yang kini digunakan.

Vaksin BCG sudah lama sekali dipakai. Ditemukan 1921 dan kini berumur 104 tahun, sehingga perlu vaksin yang baru.

Baca juga: Kemenkes Sebut Vaksin TBC di Indonesia Aman, Sudah Diuji ke Hewan

“Vaksin BCG hanya memberi proteksi sebagian pada anak, dan tidak dapat mencegah terjadinya penyakit TB pada dewasa,” ujar Tjandra kepada Tribunnews.com, Jumat (9/5/2025).

Sebagai upaya mencapai target pengentasan tuberkulosis dunia atau zero TBC pada 2030 maka diperlukan vaksin baru yang lebih ampuh.

“Vaksin baru diharapkan dapat juga menjadi semacam imunoterapi dan atau terapi ajuvan, untuk memperpendek lama pengobatan TB,” ujar mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved