Palu Hari Ini

Mahasiswa UIN Datokarama Gelar Jejak Pahlawan di Cagar Budaya Souraja Palu

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sejarah dan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa, khususnya dalam konteks kajian.

Handover
Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara Islam (HMJ HTNI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu mengadakan kegiatan Jejak Pahlawan, Sabtu (17/5/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sejarah dan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa, khususnya dalam konteks kajian ketatanegaraan.  

Laporan wartawan Tribunpalu.com, Andika satria bharata 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara Islam (HMJ HTNI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu mengadakan kegiatan Jejak Pahlawan, Sabtu (17/5/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sejarah dan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa, khususnya dalam konteks kajian ketatanegaraan. 

Baca juga: Kode Redeem FF Free Fire Terbaru Senin 19 Mei 2025, Klaim Semua Item Gratis di reward.ff.garena.com

Kegiatan dilaksanakan di Cagar Budaya Souraja, di Jl Pangeran Hidayat, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat Kota Palu.

Adapun Jejak Pahlawan ini dihadiri Ketua Pengurus Cagar Budaya Kota Palu, Mehdiantara Datupalinge dan seluruh pengurus HMJ HTNI, baik unsur harian maupun masing-masing bidang.

Ketua himpunan (HMJ HTNI) Sahrul A Latif mengatakan kegiatan ini sebagai bagian mempelajari dinamika hukum dan sistem pemerintahan, kegiatan ini menjadi wadah untuk merefleksikan kontribusi tokoh-tokoh lokal dalam meletakkan dasar-dasar sistem kenegaraan dan hukum di Indonesia. 

Dengan memilih Cagar Budaya Souraja di Kota Palu sebagai lokasi kegiatan, para peserta tidak hanya diajak mengenal sejarah secara teoritis, tetapi juga merasakannya secara langsung melalui interaksi dengan situs bersejarah.

"Kegiatan ini Sebagai bagian mempelajari dinamika hukum dan sistem pemerintahan, kegiatan ini menjadi wadah untuk merefleksikan kontribusi tokoh-tokoh lokal dalam meletakkan dasar-dasar sistem kenegaraan dan hukum di Indonesia," ungkap Sahrul Latif kepada TribunPalu.com.

Sahrul A Latif, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya menjadi acara simbolik semata, tetapi benar benar menjadi ruang refleksi dan edukasi bagi seluruh pengurus dan mahasiswa. 

Baca juga: Razia Miras di Marawola Sigi, Polisi dan TNI Sita 60 Liter Cap Tikus

"Saya berharap kegiatan ini dapat memperkuat integrasi antara ilmu hukum tata negara dengan nilai-nilai sejarah perjuangan, serta menjadi pemantik untuk menghadirkan program program berkelanjutan yang mengangkat isu isu lokal dalam perspektif hukum dan konstitusi," ujarnya.

Ketua Cagar Budaya Kota Palu, Mehdiantara Datupalinge, memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga ingatan kolektif atas jasa para pahlawan.

Mehdiantara Datupalinge, menekanka mahasiswa harus menjadi generasi yang bukan hanya paham teori hukum, tetapi juga mampu memahami sejarah dan nilai-nilai lokal sebagai fondasi dalam membangun sistem ketatanegaraan yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat.

Baca juga: Pemprov Sulteng dan BPN Perkuat Sinergi Atasi Konflik Agraria

"Mahasiswa harus menjadi generasi yang bukan hanya paham teori hukum, tetapi juga mampu memahami sejarah dan nilai-nilai lokal sebagai fondasi dalam membangun sistem ketatanegaraan yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat," tuturnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved