Jumat, 24 April 2026

Parimo Hari Ini

Penyakit Bangkalan Serang Durian di Parimo, Dinas TPH Ungkap Empat Faktor Pemicu

Kepala Dinas TPH Sulteng, Nelson Metubun, menyebutkan penyakit tersebut telah mengganggu produksi durian di beberapa kabupaten sentra.

|
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Faaiz/TribunPalu.com
Dinas TPH Sulteng minta perhatian serius terhadap penyakit bangkalan jelang ekspor ke Tiongkok. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulawesi Tengah mengungkap sejumlah penyebab utama munculnya penyakit bangkalan yang menyerang pohon Durian di wilayah setempat.

Kepala Dinas TPH Sulteng, Nelson Metubun, menyebutkan penyakit tersebut telah mengganggu produksi durian di beberapa kabupaten sentra, termasuk Parigi Moutong.

Baca juga: Penyakit Bangkalan Serang Durian Parimo, Dinas TPH Ungkap Empat Faktor Pemicu

Menurut Nelson Metubun, ada empat faktor besar yang diduga menjadi pemicu penyebaran penyakit secara cepat dan luas di kebun-kebun durian petani.

“Faktor itu antara lain kekurangan unsur hara, infeksi virus, serta sanitasi dan pemeliharaan tanaman yang buruk,” jelasnya Sabtu (7/6/2025).

Ia mengatakan, tim teknis di lapangan telah mengidentifikasi gejala penyakit yang menyebabkan pohon durian mengering dan buahnya cepat membusuk.

Baca juga: Agrowisata di Desa Salubay Donggala, Ajak Pengunjung Cicip Stoberi Langsung dari Pohon

Dinas TPH pun segera menyurati Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, untuk meminta analisis lanjutan terhadap sampel pohon yang terinfeksi.

Pihak kementerian telah merespons dengan menurunkan tim dan mengambil sampel durian dari kebun terdampak untuk diperiksa di laboratorium.

Nelson Metubun menjelaskan bahwa serangan penyakit bangkalan sangat berpotensi merugikan petani, apalagi saat ini peluang ekspor durian sedang terbuka ke Tiongkok.

Baca juga: Advokat Rakyat Tantang Jatam Diskusi Tambang Poboya: Jangan Jadikan Rakyat Alat Kampanye

“Kalau tidak ditangani cepat dan tepat, penyakit ini bisa menyebar lebih luas dan merusak seluruh produksi,” katanya.

Ia menekankan pentingnya penanganan secara terpadu antara petani, pemerintah kabupaten, hingga provinsi agar pengendalian lebih efektif.

“Kalau hanya diserahkan ke petani tanpa pendampingan, sangat sulit menghambat penyebarannya,” tambah Nelson Metubun.

Menurutnya, masih banyak kebun durian yang belum tercatat secara resmi, sehingga sulit dilakukan pemantauan berkala dan pengawasan kesehatan tanaman.

Baca juga: Penasihat Kapolri Bongkar Dalang Kasus Ijazah Jokowi, Diduga Lantaran Pernah Kecewa atau Dipecat

Ia mengingatkan, pemeliharaan pohon harus dilakukan secara rutin, termasuk pemupukan, sanitasi lingkungan, serta pemangkasan ranting tidak produktif.

“Kesadaran petani dalam merawat pohon durian harus ditingkatkan. Kalau lalai, penyakit akan mudah menyebar,” ujarnya.

Nelson juga mendorong pelatihan teknis bagi petani agar mereka memahami gejala awal penyakit dan cara pencegahannya sejak dini.

“Petani harus jadi garda depan dalam menjaga kualitas dan kesehatan pohon durian kita,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved