Parimo Hari Ini
Penyakit Bangkalan Serang Durian di Parimo, Dinas TPH Ungkap Empat Faktor Pemicu
Kepala Dinas TPH Sulteng, Nelson Metubun, menyebutkan penyakit tersebut telah mengganggu produksi durian di beberapa kabupaten sentra.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulawesi Tengah mengungkap sejumlah penyebab utama munculnya penyakit bangkalan yang menyerang pohon Durian di wilayah setempat.
Kepala Dinas TPH Sulteng, Nelson Metubun, menyebutkan penyakit tersebut telah mengganggu produksi durian di beberapa kabupaten sentra, termasuk Parigi Moutong.
Baca juga: Penyakit Bangkalan Serang Durian Parimo, Dinas TPH Ungkap Empat Faktor Pemicu
Menurut Nelson Metubun, ada empat faktor besar yang diduga menjadi pemicu penyebaran penyakit secara cepat dan luas di kebun-kebun durian petani.
“Faktor itu antara lain kekurangan unsur hara, infeksi virus, serta sanitasi dan pemeliharaan tanaman yang buruk,” jelasnya Sabtu (7/6/2025).
Ia mengatakan, tim teknis di lapangan telah mengidentifikasi gejala penyakit yang menyebabkan pohon durian mengering dan buahnya cepat membusuk.
Baca juga: Agrowisata di Desa Salubay Donggala, Ajak Pengunjung Cicip Stoberi Langsung dari Pohon
Dinas TPH pun segera menyurati Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, untuk meminta analisis lanjutan terhadap sampel pohon yang terinfeksi.
Pihak kementerian telah merespons dengan menurunkan tim dan mengambil sampel durian dari kebun terdampak untuk diperiksa di laboratorium.
Nelson Metubun menjelaskan bahwa serangan penyakit bangkalan sangat berpotensi merugikan petani, apalagi saat ini peluang ekspor durian sedang terbuka ke Tiongkok.
Baca juga: Advokat Rakyat Tantang Jatam Diskusi Tambang Poboya: Jangan Jadikan Rakyat Alat Kampanye
“Kalau tidak ditangani cepat dan tepat, penyakit ini bisa menyebar lebih luas dan merusak seluruh produksi,” katanya.
Ia menekankan pentingnya penanganan secara terpadu antara petani, pemerintah kabupaten, hingga provinsi agar pengendalian lebih efektif.
“Kalau hanya diserahkan ke petani tanpa pendampingan, sangat sulit menghambat penyebarannya,” tambah Nelson Metubun.
Menurutnya, masih banyak kebun durian yang belum tercatat secara resmi, sehingga sulit dilakukan pemantauan berkala dan pengawasan kesehatan tanaman.
Baca juga: Penasihat Kapolri Bongkar Dalang Kasus Ijazah Jokowi, Diduga Lantaran Pernah Kecewa atau Dipecat
Ia mengingatkan, pemeliharaan pohon harus dilakukan secara rutin, termasuk pemupukan, sanitasi lingkungan, serta pemangkasan ranting tidak produktif.
“Kesadaran petani dalam merawat pohon durian harus ditingkatkan. Kalau lalai, penyakit akan mudah menyebar,” ujarnya.
Nelson juga mendorong pelatihan teknis bagi petani agar mereka memahami gejala awal penyakit dan cara pencegahannya sejak dini.
“Petani harus jadi garda depan dalam menjaga kualitas dan kesehatan pohon durian kita,” pungkasnya.(*)
| Bertahun-tahun Pinjam Jamban Tetangga, Warga Desa Gangga Parigi Moutong Kini Punya MCK |
|
|---|
| Dikukuhkan Jadi Ayah GenRe, Bupati Parigi Mourong Siap Dampingi Remaja dalam Lima Hak Dasar |
|
|---|
| Pansus DPRD Parimo Keluarkan 10 Rekomendasi, Dorong Evaluasi Proyek hingga Tertib Aset Daerah |
|
|---|
| Puslitbang Polri Evaluasi Kendaraan Dinas di Polres Parigi Moutong |
|
|---|
| PLN ULP Parigi Umumkan Pemadaman Listrik Hari Ini Selasa 15 Juli 2025, Cek Lokasi Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Penyakit-bangkalan-serang-durian-di-parimo.jpg)