Jumat, 10 April 2026

Haji 2025

Tepis Kabar Jemaah Nafar Tsani Tak Dapat Layanan, PPIH Arab Saudi: Hoaks

Layanan tersebut mencakup fasilitas tenda dan konsumsi yang tetap disediakan secara merata, sesuai dengan fase akhir ibadah mabit di Mina.

Editor: Fadhila Amalia
Tribunnews/Aji Bramastra
HAJI 2025 - Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Mukhlis M Hanafi, menegaskan bahwa layanan untuk jemaah haji Indonesia, termasuk yang memilih skema Nafar Tsani, tetap berjalan penuh hingga 13 Zulhijjah 1446 H atau 2025 M.  

TRIBUNPALU.COM - Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Mukhlis M Hanafi, menegaskan bahwa layanan untuk jemaah haji Indonesia, termasuk yang memilih skema Nafar Tsani, tetap berjalan penuh hingga 13 Zulhijjah 1446 H atau 2025 M. 

Pernyataan ini sekaligus membantah kabar yang menyebut jemaah Nafar Tsani tidak mendapat pelayanan selama di Mina.

Baca juga: Waspada! Ini Daftar Penyakit yang Biasa Muncul Usai Iduladha

“Kami siapkan layanan bagi jemaah Nafar Awal maupun Nafar Tsani. Layanan baik tenda maupun konsumsi di Mina akan tetap diberikan hingga seluruh jemaah kembali ke hotel di Makkah,” ujar Mukhlis dalam keterangan tertulis, Minggu (8/6/2025).

Layanan tersebut mencakup fasilitas tenda dan konsumsi yang tetap disediakan secara merata, sesuai dengan fase akhir ibadah mabit di Mina.

PPIH menyusun dua skema pergerakan jemaah dari Mina ke hotel masing-masing di Makkah, berdasarkan pilihan mabit yang diambil jemaah.

Baca juga: Mulai Cair, Begini Cara Cek Penerima BSU 2025 di Link bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id

Skema pertama adalah Nafar Awal, yakni jemaah yang meninggalkan Mina pada 12 Zulhijjah sebelum matahari terbenam. Sedangkan skema kedua, Nafar Tsani, adalah jemaah yang tetap bermalam di Mina hingga 13 Zulhijjah dan akan diberangkatkan ke Makkah mulai pagi hari.

Mukhlis memastikan bahwa informasi yang menyebut jemaah Nafar Tsani tak akan mendapat pelayanan merupakan kabar palsu alias hoaks.

“Rumor semacam ini jelas tidak benar alias hoaks,” tegasnya.

Baca juga: Pengamat Endus Dugaan Kongkalikong antara Pemerintah dan Pengusaha Tambang Nikel di Raja Ampat

Ia menambahkan, PPIH memberikan kebebasan bagi jemaah untuk memilih skema Nafar sesuai kondisi dan kesiapan masing-masing.

Untuk keperluan operasional, pihaknya juga telah mendata usulan pergerakan jemaah guna menyiapkan armada dan fasilitas pendukung.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, biasanya sekitar 60 persen jemaah mengambil Nafar Awal, sedangkan 40 persen mengambil Nafar Tsani. Data tahun ini masih dalam proses rekonsiliasi,” tambah Mukhlis.

Baca juga: Daftar Klub Liga 1 dan Liga 2 Ganti Nama dan Pindah Domisili, Termasuk Dewa United FC

Dengan layanan yang tetap tersedia hingga 13 Zulhijjah, PPIH memastikan tidak ada jemaah yang ditinggalkan tanpa fasilitas.

Kepastian ini penting untuk menjaga ketenangan jemaah serta mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan menjelang fase akhir puncak ibadah haji.(*)
 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved