Kamis, 9 April 2026

Sulteng Hari Ini

1,7 Juta Loker Luar Negeri, Menteri P2MI Minta Pelajar Siap Sejak Dini

Menurut Menteri, sejumlah sektor yang menawarkan pekerjaan formal dengan penghasilan menjanjikan di luar negeri.

Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Handover
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 1,7 juta Lowongan Pekerjaan di Luar Negeri yang terbuka bagi masyarakat Indonesia.  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 1,7 juta Lowongan Pekerjaan di Luar Negeri yang terbuka bagi masyarakat Indonesia

Namun, peluang besar itu belum dimanfaatkan secara maksimal.

Baca juga: HBI Hidupkan Kembali 7 Karya Maestro Hasan Bahasyuan

"Banyak yang belum siap secara dokumen, keterampilan, dan bahasa," kata Menteri Abdul Kadir Karding saat menghadiri acara Sosialisasi Peluang Kerja di Luar Negeri di GBK Andi Raga Pettalolo, Kota Palu, Selasa (10/6/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Palu yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, serta sejumlah bupati se-Sulawesi Tengah. 

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Menteri P2MI dengan pemerintah daerah tentang Tata Kelola Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarga di Provinsi Sulawesi Tengah, serta Deklarasi Pencegahan Pekerja Migran Indonesia Ilegal dan Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Sulawesi Tengah.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ratusan ASN-PPPK Donggala Datangi Kantor Bupati, Pertanyakan Kejelasan Gaji

Menurut Menteri, sejumlah sektor yang menawarkan pekerjaan formal dengan penghasilan menjanjikan di luar negeri antara lain kesehatan, manufaktur, konstruksi, hingga keperawatan. 

Negara tujuan utama termasuk Jepang, Jerman, Korea, dan Kanada.

Meski demikian, Menteri Karding menyayangkan masih banyak warga yang memilih jalur non-prosedural.

"Tapi semua itu harus lewat jalur legal," tegasnya.

Ia menekankan bahwa paradigma bekerja ke luar negeri harus diubah.

Baca juga: 14 Calon Komisioner KPID Sulteng Ikuti Uji Publik, 4 Incumbent dan Jurnalis Berebut 7 Kursi

"Paradigma bekerja ke luar negeri harus diubah, bukan hanya untuk mencari uang, tetapi juga soal masa depan, pengalaman," ujar Menteri Karding.

Untuk mendorong kesiapan generasi muda, ia mendorong pembentukan Kelas Migran di sekolah-sekolah. 

Hal ini agar pelajar yang ingin bekerja ke luar negeri bisa disiapkan sejak dini.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah, penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari daerah ini selama 2019–2024 menunjukkan tren yang fluktuatif namun signifikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved