Sulteng Hari Ini
1,7 Juta Loker Luar Negeri, Menteri P2MI Minta Pelajar Siap Sejak Dini
Menurut Menteri, sejumlah sektor yang menawarkan pekerjaan formal dengan penghasilan menjanjikan di luar negeri.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 1,7 juta Lowongan Pekerjaan di Luar Negeri yang terbuka bagi masyarakat Indonesia.
Namun, peluang besar itu belum dimanfaatkan secara maksimal.
Baca juga: HBI Hidupkan Kembali 7 Karya Maestro Hasan Bahasyuan
"Banyak yang belum siap secara dokumen, keterampilan, dan bahasa," kata Menteri Abdul Kadir Karding saat menghadiri acara Sosialisasi Peluang Kerja di Luar Negeri di GBK Andi Raga Pettalolo, Kota Palu, Selasa (10/6/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Palu yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, serta sejumlah bupati se-Sulawesi Tengah.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Menteri P2MI dengan pemerintah daerah tentang Tata Kelola Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarga di Provinsi Sulawesi Tengah, serta Deklarasi Pencegahan Pekerja Migran Indonesia Ilegal dan Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Sulawesi Tengah.
Baca juga: BREAKING NEWS: Ratusan ASN-PPPK Donggala Datangi Kantor Bupati, Pertanyakan Kejelasan Gaji
Menurut Menteri, sejumlah sektor yang menawarkan pekerjaan formal dengan penghasilan menjanjikan di luar negeri antara lain kesehatan, manufaktur, konstruksi, hingga keperawatan.
Negara tujuan utama termasuk Jepang, Jerman, Korea, dan Kanada.
Meski demikian, Menteri Karding menyayangkan masih banyak warga yang memilih jalur non-prosedural.
"Tapi semua itu harus lewat jalur legal," tegasnya.
Ia menekankan bahwa paradigma bekerja ke luar negeri harus diubah.
Baca juga: 14 Calon Komisioner KPID Sulteng Ikuti Uji Publik, 4 Incumbent dan Jurnalis Berebut 7 Kursi
"Paradigma bekerja ke luar negeri harus diubah, bukan hanya untuk mencari uang, tetapi juga soal masa depan, pengalaman," ujar Menteri Karding.
Untuk mendorong kesiapan generasi muda, ia mendorong pembentukan Kelas Migran di sekolah-sekolah.
Hal ini agar pelajar yang ingin bekerja ke luar negeri bisa disiapkan sejak dini.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah, penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari daerah ini selama 2019–2024 menunjukkan tren yang fluktuatif namun signifikan.
| Hardiknas 2026, Disdik Sulteng Buka Lomba Film Edukasi “Berani Mosipenta” Berhadiah Rp25 Juta |
|
|---|
| Sekolah di Palu Gelar TKA 2026, SMP Negeri 2 Palu Optimistis Raih Nilai Sempurna |
|
|---|
| Kakanwil Kemnhaj Minta 1.751 CJH Sulteng Patuhi Aturan Bagasi Pesawat |
|
|---|
| Sulteng Percepat Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Lewat Rencana Aksi Daerah |
|
|---|
| Sekprov Sulteng Dorong Sinergi Lintas Sektor Tekan Emisi Gas Rumah Kaca |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Menteri-P2MI-di-GBK-Palu.jpg)