Jumat, 10 April 2026

Sulteng Hari Ini

AHY: Penataan Ruang Adalah Kompas Pembangunan Berkelanjutan

Menurut AHY, persoalan tanah dan tata ruang menjadi fondasi mendasar dalam setiap upaya perencanaan pembangunan.

Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
ZULFADLI/TRIBUNPALU.COM
AHY DI PALU - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa penataan ruang merupakan kompas utama pembangunan berkelanjutan di Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa penataan ruang merupakan kompas utama pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Hal itu disampaikan AHY saat membuka Forum Koordinasi Pembangunan Wilayah Berbasis Penataan Ruang Pulau se-Sulawesi yang digelar di Kota Palu, Sulawesi Tengah Kamis (10/7/2025).

Menurut AHY, persoalan tanah dan tata ruang menjadi fondasi mendasar dalam setiap upaya perencanaan pembangunan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan ruang akibat pertumbuhan penduduk dan tekanan pembangunan ekonomi.

“Tanah dan tata ruang itu sangat mendasar. Kalau tanahnya tidak jelas, maka sulit untuk membangun rencana pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan,” kata AHY di hadapan para kepala daerah se-Sulawesi.

Baca juga: Jarang Hadiri Hajatan Warga, Warga Huntap Minta Wali Kota Palu Copot Lurah

AHY menyampaikan, saat ini Indonesia memiliki populasi lebih dari 285 juta jiwa, termasuk pertumbuhan populasi di Sulawesi yang terus meningkat. 

Dengan tantangan itu, pemerintah di semua tingkatan harus mampu mengelola ruang secara presisi agar tidak terjadi konflik kepentingan antarsektor.

“Kita harus kelola ruang agar tidak tumpang tindih. Sawah harus dijaga untuk swasembada pangan, tapi kita juga butuh lahan untuk perumahan rakyat dan pengembangan industri,” ujarnya.

AHY mengingatkan bahwa swasembada pangan, ketersediaan air bersih, dan pemenuhan kebutuhan tempat tinggal tidak bisa dicapai tanpa pengelolaan ruang yang adil dan berkelanjutan.

Ia juga menyoroti pentingnya transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045, di mana sektor industri dan hilirisasi akan menjadi tulang punggung. 

Baca juga: DPMD Banggai Dorong Digitalisasi Tata Kelola Aset Desa Lewat Bimtek Sipades 3.0

Dalam konteks ini, Kata AHY, wilayah Sulawesi, terutama Sulawesi Tengah memiliki peran strategis karena kekayaan sumber daya mineralnya.

“Banyak material langka yang diperebutkan dunia ada di tanah Sulawesi. Maka kita harus kelola bijak, jangan sampai demi investasi kita mengorbankan lingkungan dan masa depan generasi,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, AHY juga menyinggung target penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Sulawesi sebanyak 451 dokumen. Namun hingga saat ini baru 90 yang rampung, atau sekitar 20 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved