Ketua KPU RI Usulkan Pembiayaan Pilkada Dialihkan ke APBN
Mochamad Afifuddin menjelaskan, sistem pembiayaan yang beragam antar daerah kerap menyulitkan jajaran KPU, baik dalam perencanaan, pengelolaan.
Tayang:
Editor:
Regina Goldie
KOMPAS/MAHDI MUHAMMAD
PILKADA PAKAI APBN - Mochamad Afifuddin menyarankan pembiyaan Pilkada tidak lagi bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca juga: Bupati Amirudin Lantik Pengurus PHBI Banggai
Mengapa Usulan Ini Dinilai Lebih Efisien?
- Keseragaman Biaya dan Prosedur
Dengan pembiayaan dari APBN, satuan biaya bisa distandarkan secara nasional. Hal ini menghindari ketimpangan antara daerah yang memiliki kapasitas fiskal besar dengan daerah yang anggarannya terbatas. - Memudahkan Pengawasan dan Akuntabilitas
Pengelolaan anggaran yang terpusat akan lebih mudah diawasi oleh lembaga seperti BPK, KPK, atau bahkan masyarakat. Risiko penyalahgunaan anggaran juga bisa ditekan. - Mengurangi Beban Daerah
Banyak pemerintah daerah yang mengeluhkan beratnya beban pembiayaan Pilkada, terutama pada masa pandemi atau saat terjadi penurunan pendapatan daerah. Dengan APBN, beban ini akan dialihkan ke pusat. - Efisiensi Proses dan Waktu
Perencanaan, pengadaan logistik, hingga pembayaran honor petugas pemilu dapat dilakukan secara lebih cepat dan terstruktur, tanpa tergantung proses pengesahan APBD yang sering kali terlambat.
Asal Usulan: Refleksi atas Pemilu 2024
Usulan ini muncul dari refleksi mendalam KPU RI terhadap berbagai kendala yang dialami selama penyelenggaraan Pemilu 2024. Salah satu temuan utama adalah ketidakefisienan dan ketidakseragaman dalam pengelolaan anggaran di tingkat daerah.Dalam beberapa kasus, keterlambatan pencairan APBD membuat tahapan Pilkada terganggu dan berdampak langsung pada kualitas layanan kepemiluan.
Selain itu, ada dorongan untuk menyederhanakan tata kelola pemilu secara nasional. Sebagai lembaga yang bersifat nasional dan permanen, KPU menilai bahwa konsistensi dalam hal pembiayaan adalah bagian penting dari reformasi kelembagaan. (*)
Sumber: Tribunnews.com
Baca Juga
| Anwar Hafid Soroti Nasib PPPK, Minta Pemerintah Pusat Ambil Alih Pembayaran Gaji |
|
|---|
| Matindas J Rumambi Dorong Penguatan Anggaran dalam Pengentasan Kemiskinan di Sulawesi Tengah |
|
|---|
| KPU Palu Mulai Pelaksanaan COKTAS untuk Pemutakhiran Data Pemilih |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Bantah Isu Kas Negara Hanya Rp 120 Triliun |
|
|---|
| Buka Puasa Bersama di Semarang, Menteri Nusron Ingatkan Prinsip Keadilan bagi Seorang Pimpinan |
|
|---|
KOMENTAR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-kotak-suara.jpg)