Rabu, 6 Mei 2026

OPINI

Membaca Kembali Manifesto Megawati: Refleksi atas Demokrasi yang Terluka

Kalimat itu tertulis dalam buku "Bendera Sudah Saya Kibarkan" yang diluncurkan Megawati pada 23 November 1993. 

Tayang:
Editor: mahyuddin
Handover
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan (PDIP) Sulteng Muharram Nurdin. 

Dan dalam dunia politik yang semakin pragmatis, sikap seperti itu kian langka.

Ketika kita menyaksikan partai politik kehilangan jati diri, ketika kursi-kursi penting digeser lewat intervensi, dan ketika tokoh-tokoh seperti Hasto Kristiyanto atau Thomas Trikasih Lembong menjadi sorotan karena sikap kritisnya.

Kita dihadapkan kembali pada pertanyaan masihkah partai bisa berdiri atas prinsip, bukan sekadar posisi?

Demokrasi sejatinya tidak mati oleh peluru, tetapi oleh diamnya mereka yang tahu, namun memilih tunduk.

Oleh karena itu, menjaga sikap politik yang teguh menjadi upaya menjaga roh demokrasi itu sendiri.

Karena pada akhirnya, perlawanan terhadap kekuasaan bukan soal siapa yang paling lantang berteriak, tetapi siapa yang tetap berdiri, ketika semua orang memilih duduk.(*)

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved