Jumat, 1 Mei 2026

Banggai Hari Ini

Wabup Banggai: Kelapa Dalam Harus Jadi Komoditas Unggulan Berdaya Saing

Salah satu fokus utama adalah sektor perkebunan kelapa dalam, yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Tayang:
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Fadhila Amalia
HANDOVER
KELAPA DALAM - Pemerintah Kabupaten Banggai terus mendorong penguatan sektor unggulan daerah melalui penyusunan dokumen potensi dan peluang investasi berbasis data dan riset. 

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Kabupaten Banggai terus mendorong penguatan sektor unggulan daerah melalui penyusunan dokumen potensi dan peluang investasi berbasis data dan riset.

Salah satu fokus utama adalah sektor perkebunan kelapa dalam, yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Langkah strategis itu diwujudkan lewat pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Potensi dan Peluang Investasi Sektor Perkebunan Kelapa Dalam Tahun 2025, yang digelar di Ruang Rapat Pahangkabotan Bappeda Banggai, Selasa (5/8/2025).

Baca juga: Rapat Khusus Pemkab Banggai Tindaklanjuti Temuan Pelanggaran Tambang Nikel

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili, dan diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banggai.

Dalam sambutannya, Wabup Furqanuddin menyatakan bahwa kelapa dalam merupakan salah satu potensi unggulan yang telah lama menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir dan pedesaan.

“Untuk menjadikan kelapa sebagai komoditas unggulan yang berdaya saing, kita tidak bisa hanya andalkan produksi mentah. Kita perlu strategi dari hulu ke hilir, mulai dari pemetaan potensi, peningkatan produktivitas, hilirisasi, hingga pengembangan iklim investasi yang ramah dan menarik,” ujar Furqanuddin.

Ia juga menekankan bahwa penyusunan dokumen ini harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan tidak sekadar menjadi formalitas administratif.

Dokumen tersebut diharapkan benar-benar menjadi panduan kerja yang aplikatif, relevan, dan berbasis pada kondisi nyata di lapangan.

FGD ini melibatkan tenaga ahli dari Universitas Tadulako (Untad) sebagai mitra strategis dalam penyusunan dokumen investasi.

Keterlibatan akademisi ini penting untuk memastikan pendekatan ilmiah, analisis rantai pasok, serta potensi daya saing kelapa dalam di pasar nasional maupun regional.

Baca juga: Anwar Hafid Janji Beri Penghargaan untuk ASN Berprestasi di HUT Provinsi Sulteng 2026

Kepala Dinas DPMPTSP Banggai, Yunus L Kurapa, menambahkan bahwa dokumen ini merupakan bagian dari langkah Pemkab untuk memperluas jejaring dengan investor, baik dalam maupun luar negeri.

“Kami ingin dokumen ini menjadi alat promosi investasi yang konkret. FGD ini adalah ruang untuk menyelaraskan pemikiran semua sektor agar strategi pembangunan sektor kelapa benar-benar terukur,” kata Yunus.

Wabup Furqanuddin juga berharap hasil dari FGD ini mampu menjadi pendorong penguatan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di sektor perkebunan.

Baca juga: Absensi Elektronik B-Kin Mulai Berlaku, Gubernur Anwar Hafid Tekankan Disiplin ASN

Dengan pendekatan riset dan partisipatif lintas sektor, Pemkab Banggai optimistis sektor kelapa dalam akan tumbuh menjadi komoditas unggulan berdaya saing tinggi, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved