Sulteng Hari Ini
Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Jadi Internasional, Harga Tiket ke Luar Negeri Turun?
Namun, Dengan peningkatan status ini, Bandara Mutiara SIS Al-Jufri benarkah harga tiket pesawat ke luar negeri lebih murah?
TRIBUNPALU.COM - Bandara dengan status internasional kerap dianggap menawarkan tiket pesawat ke luar negeri dengan harga lebih murah dibandingkan bandara non-internasional.
Sebelumnya, Bandara Mutiara SIS Al-Jufri kini resmi berstatus Bandara Internasional, menjadikan Sulawesi Tengah memiliki pintu gerbang udara baru yang dapat melayani penerbangan langsung ke berbagai negara.
Peresmian ini berlangsung dalam sebuah seremoni yang dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
Baca juga: PLN Rampungkan SUTT, Listrik di Morowali Utara Kini Lebih Stabil
Namun, Dengan peningkatan status ini, Bandara Mutiara SIS Al-Jufri benarkah harga tiket pesawat ke luar negeri lebih murah?
Ternyata, secara umum benar, dan perbedaan ini disebabkan oleh sejumlah faktor teknis dan strategis yang memengaruhi struktur biaya serta persaingan antar maskapai.
1. Akses Langsung ke Rute Internasional
Bandara Internasionall seperti Soekarno-Hatta (Jakarta), Juanda (Surabaya), atau Ngurah Rai (Bali) memiliki rute langsung ke berbagai negara, termasuk layanan dari maskapai asing dan LCC (Low-Cost Carrier).
Akses langsung ini mengurangi biaya tambahan seperti penerbangan lanjutan atau transit domestik, sehingga tiket bisa dijual lebih murah.
Sebaliknya, bandara non-internasional biasanya tidak memiliki rute langsung ke luar negeri. Penumpang harus transit terlebih dahulu ke Bandara Internasionall lain, yang otomatis menambah biaya dan durasi perjalanan.
Baca juga: BI Ajak UMKM di Sulteng Gunakan QRIS untuk Perluas Akses Pembayaran Digital
2. Lebih Banyak Pilihan Maskapai dan Persaingan Harga
Bandara Internasionall menjadi pintu masuk maskapai asing yang bersaing langsung dengan maskapai lokal. Persaingan ini mendorong harga tiket turun. Sementara di bandara non-internasional, pilihan maskapai sangat terbatas—bahkan bisa jadi hanya satu atau dua operator domestik yang melayani penerbangan lanjutan ke hub internasional.
3. Efisiensi Operasional Maskapai
Bandara Internasionall memiliki infrastruktur dan fasilitas pendukung yang lebih lengkap, seperti layanan imigrasi, ground handling untuk pesawat wide-body, dan ruang parkir pesawat besar. Hal ini membuat operasional lebih efisien bagi maskapai, yang pada akhirnya bisa memangkas biaya dan menurunkan harga tiket.
Baca juga: Hamid Awaluddin Desak Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli, Sebut Kunci Selesaikan Polemik
4. Subsidi dan Insentif Bandara
Beberapa Bandara Internasionall besar memberikan insentif kepada maskapai, terutama untuk membuka rute baru. Insentif ini tidak selalu tersedia di bandara non-internasional, yang menjadikan harga tiket dari bandara besar bisa lebih murah meskipun jaraknya lebih jauh dari kota asal penumpang.
| Polda Sulteng Gelar Apel Pasukan, Antisipasi May Day dan Dampak Situasi Global 2026 |
|
|---|
| Astra Agro dan CPOPC Dorong Petani Sawit Mandiri Terapkan Praktik Sawit Berkelanjutan di Sulbar |
|
|---|
| Wajib Belajar 13 Tahun Jadi Komitmen Pemprov Sulteng untuk Pendidikan |
|
|---|
| Gubernur Sulteng Targetkan Kemiskinan Turun hingga 5 Persen pada 2028–2030 |
|
|---|
| Kabupaten Poso Terima DBH Triwulan I 2026 Sebesar Rp15 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/dty7s8at78sd-t78ad-t7s8atd7sadas.jpg)